Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Indonesia beretnis Tionghoa kini dapat lebih leluasa terjun ke dunia politik. Sebelum era reformasi, mereka menjadi kelompok yang didiskriminasi oleh negara lewat beragam peraturan, termasuk larangan merayakan tahun baru imlek.
Kini, meski masih sedikit, politisi beretnis Tionghoa di Indonesia mulai bermunculan. Kota Singkawang, misalnya, saat ini dipimpin Tjhai Chui Mie yang merupakan satu-satunya wali kota perempuan keturunan Tionghoa di Indonesia.
Sebelum Tjhai, Singkawang juga pernah memiliki wali kota beretnis Tionghoa, yakni Hasan Karman. Hasan mengaku, saat masa Orde Baru, komunitas Tionghoa di Singkawang mendapat perlakuan kekerasan dan diskriminasi yang luar biasa.
Dalam diskusi publik bertajuk Imlek dan Sejarah Kelam Diskriminasi di Indonesia yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasan mengaku banyak ditentang saat akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Singkawang.
"Waktu saya kampanye mencalokan diri sebagai wali kota, saya masih merima begitu banyak omongan orang tua. 'Janganlah kamu masuk politik, kalau kamu terpilih sebagai wali kota, bisa ribut, bisa kerusuhan'," kenang Hasan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (20/1).
Kendati demikian, ia tetap mempertahankan hak politiknya sebagai warga negara. Hasan menyebut membutuhkan waktu 18 bulan untuk mengedukasi dan meyakinkan warga, Singkawang. Akhirnya, Hasan berhasil menjadi Wali Kota Singkawang periode 2007-2012.
Baca juga: KPU Ingatkan Ancaman Pidana Kampanye Pemilu di Luar Jadwal
Dalam acara yang sama, juru bicara milenial PKB Mikhael Benyamin Sinaga menyebut reformasi telah mengubah banyak hal menjadi lebih baik bagi komunitas Tionghoa di Indonesia. Contohnya, lanjut Mikhael, etnis Tionghoa yang terjun ke dunia politik semakin banyak.
"Jauh lebih banyak daripada dulu. Dulu itu, kan, sangat ada ketakutan," ujarnya.
Adapun Ketua DPP PKB Daniel Johan mengucapkan terima kasih kepada warga beretnis Tionghoa yang telah mendaftar sebagai bakal calon legislatif (caleg) PKB. Menurutnya, presentase bakal caleg PKB beretnis Tionghoa mencapai belasan persen.
Sebagai anggota DPR RI beretnis Tionghoa, Daniel bersyukur Indonesia pernah dipimpin Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang mencabut instruksi presiden (inpres) diskriminatif. Bahkan, saat ini Indonesia dinilai lebih maju karena memiliki Undang-Undang Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
"Bersyukur kita sekarang sudah bebas sebagai negara yang menjamin warganya secara damai, karena konstitusi, pembukaan UUD 45 berbicara seperti itu," pungkasnya. (P-5)
Pemenang diharapkan mampu membangkitkan kecintaan terhadap budaya Tionghoa sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
ACARA sembahyang Chao Du merupakan sebuah tradisi doa bersama yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur.
Pemimpin maupun rakyat untuk bersama-sama mempromosikan persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya meneladani sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW.
MASYARAKAT keturunan tionghoa di kota Pangkalpinang (Babel) ramai ke perkuburan Sentosa Pangkalpinang. Mereka berziarah di perkuburan tersebut untuk melaksanakan ritual Cheng Beng
Pameran Kongsi mengajak para pengunjung untuk mengeksplor lebih dalam tentang sejarah, peran, dan warisan budaya masyarakat Tionghoa dalam membentuk keberagaman budaya di Nusantara.
MARIANA, seorang mualaf dari etnis Tionghoa di Banda Aceh ikut merayakan tahun baru Imlek 2576 Kongzili bersama keluarganya
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Dalam konfigurasi tersebut, Perludem menilai jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka hasil Pilkada berpotensi terkunci sejak awal.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved