Rabu 11 Januari 2023, 11:27 WIB

Presiden: Pelanggaran HAM Berat Tidak Boleh Terjadi Lagi

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden: Pelanggaran HAM Berat Tidak Boleh Terjadi Lagi

Antara/Biro Pers dan Media Setpres
Presiden Joko Widodo

 

Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk memastikan bahwa pelanggaran HAM berat tidak akan terjadi lagi di Indonesia.

Instruksi tersebut disampaikan Kepala Negara setelah menerima laporan dan rekomendasi dari Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1).

"Saya dan pemerintah berupaya sungguh-sungguh agar pelanggaran HAM berat tidak akan terjadi lagi di indonesia di masa mendatang. Saya minta kepada Menko Polhukam untuk mengawal upaya konkret pemerintah agar hal itu bisa terlaksana dengan baik," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1).

Selain itu, ia menambahkan, pemerintah juga berkomitmen untuk memulihkan hak-hak para korban secara adil dan bijaksana.

Langkah tersebut akan dilakukan tanpa menegasikan penyelesaian kasus HAM berat secara yudisial. "Semoga semua upaya ini menjadi langkah berarti bagi pemulihan luka sesama anak bangsa sehingga kita bisa memperkuat kerukunan nasional di dalam NKRI," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi secara resmi telahbmengakui ada 12 pelanggaran HAM berat yang telah terjadi di Indonesia di masa lalu.

Sebanyak 12 pelanggaran tersebut ialah peristiwa 1965-1966 terkait PKI, penembakan misterius 1982-1985, peristiwa Taman Sari Lampung 1989, peristiwa Rumah Gedong dan Pos Sattis di Aceh 1989, peristiwa penghilangan orang secara paksa 1997-1998, kerusuhan Mei 1998, tragedi Trisakti dan Semanggi 1 dan 2 pada 1998 dan 1999, pembunuhan dukun santet 1998-1999, peristiwa Simpang KKA di Aceh 1999, peristiwa Wasior di Papua 2001-2002, peristiwa Wamena di Papua 2003, dan peristiwa Jambu Keupok di Aceh 2003.

"Dengan pikiran yang jenrih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara mengakui bahwa pelanggaran HAM berat memang terjadi di berbagai peristiwa dan saya sangat menyesalkan terjadinya pelanggaran HAM berat tersebut," tuturnya. (OL-12)

Baca Juga

DOK MI

Erick Thohir Cawapres Potensial Besar Raih Hati Pemilih Milenial

👤Widhoroso 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:32 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir menjadi sosok yang paling banyak mendapat perhatian pemilih muda alias...
MI/Emir

Wapres akan Hadiri Puncak Peringatan Harlah 1 Abad NU di Jatim

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:00 WIB
Salah satu rangkaian Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU adalah Muktamar Internasional I Fikih Peradaban, yang akan dibuka Wapres pada...
DOK MI

Duet Ganjar-Erick Sosok Pimpinan Yang Saling Melengkapi

👤Widhoroso 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:25 WIB
KOMBINASI Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir selalu menjadi idaman masyarakat Indonesia dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya