Kamis 10 November 2022, 21:23 WIB

Demokrat Sebut Anies, AHY, Aher seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir

Anggi Tondi Martaon | Politik dan Hukum
Demokrat Sebut Anies, AHY, Aher seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir

Antara/Muhammad Adimaja.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan calon presiden dari NasDem, Anies Baswedan.

 

PARTAI Demokrat mengeluarkan video pada Hari Pahlawan Nasional 2022. Dalam penggalan video tersebut, partai lambang bintang mercy itu mengibaratkan Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ahmad Heryawan (Aher) seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir dalam memimpin pergerakan perubahan. 

"Bolehlah kita memimpikan kembali trio Soekarno, Hatta, Sjahrir untuk membenahi republik ini," bunyi narasi video berdurasi 02.19 tersebut, Kamis (10/11). Dalam video tersebut, Anies dan AHY diibaratkan sebagai pasangan pemimpin perubahan. 

Kedua sosok tersebut dilengkapi dengan Aher yang dianggap berhasil memimpin Jawa Barat. Namun, upaya mewujudkan gerakan perubahan itu tak gampang. Sebab, banyak kendala yang bakal dihadapi.

Salah satunya yaitu potensi mentersangkakan Anies. Jika hal itu tidak terjadi, logistik mengarungi Pilpres 2024 juga dianggap sebagai permasalahan yang harus dihadapi. "Apakah mau kita gotong royong mengeluarkan selembar dua lembar untuk perjuangan ini?" bunyi penggalangan narasi video tersebut.

Baca juga: Mesin Partai NasDem Bekerja Lebih Awal Menangkan Anies Baswedan

Berikut narasi lengkap video yang dikeluarkan Demokrat pada Hari Pahlawan Nasional.

"Siapa yang berani mengira jika suara perubahan bisa membesar seperti sekarang ini? Hampir semua orang yang mengerti konstelasi politik menyebut jika 2024 pasti jatuh di tangan pewaris rezim. Tentu karena mereka melihat tidak ada kekuatan oposisi yang bisa diperhitungkan, hanya berisi partai-partai lemah logistik, juga tokoh yang kondisinya setali tiga uang.

Sementara Presiden Jokowi begitu benderang mengkooptasi semua jejaring kekuasaan bahwa calon penggantinya haruslah orang yang mengerti ekonomi, mengerti data, dan tentu saja harus ia restui.

Tapi siapa yang bisa melawan kehendak sejarah? Bahwa suara perubahan bukan lagi milik partai atau orang per orang, tapi milik mereka yang teraniaya oleh rezim ini, milik buruh yang tak lagi dihargai keringatnya, milik masyarakat adat yang terus dirampok hutannya, juga milik 90% rakyat negeri ini yang sekali pun tidak dicatat sebagai penduduk miskin tapi mereka hidup insecure mereka mencemaskan masa depannya. 

Sebab pemerintah sudah tak lagi punya dana. APBN kian tergerus jadi instrumen pembayar utang dan pahitnya bunganya sangat tinggi.

Ini adalah suara kader Partai Demokrat. Kita memilih Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono untuk memimpin gerakan perubahan. Karena ini adalah pasangan yang paling moncer, berpeluang untuk menang. 

Bayangkan jika pasangan ini dilengkapi oleh Ahmad Heryawan, sosok pemimpin yang berhasil tanpa cela di Jawa Barat. Bolehlah kita memimpikan kembali trio Soekarno, Hatta, Sjahrir untuk membenahi republik ini.

Tapi jalan perjuangan ini masih panjang dan terjal. Kita tak pernah tahu apa yang akan dilakukan rezim ini agar tak kehilangan kekuasaan.

Bisa saja Anies Baswedan jadi tersangka dan ditangkap KPK, lalu bagaimana cara kita membelanya? Atau katakanlah ia lolos jadi calon presiden, tapi capres yang minim logistik. Apakah mau kita gotong royong mengeluarkan selembar dua lembar untuk perjuangan ini?

Mari kita kenangkan 10 November. Hari itu di Surabaya orang-orang tak lagi mengingat siapa dirinya. Semua telah bertaut dengan kehendak untuk merdeka dan kerelaan untuk berkorban. Mungkin kita tak lagi mengalami peristiwa sebesar itu, tapi kehendak dan kerelaan itu, bukankah bisa tumbuh kapan saja? Salam dari kami kader Partai Demokrat. (OL-14)

Baca Juga

DOK.MI

KPK Buka Peluang Jerat Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Suap di MA

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:18 WIB
Ali mengatakan peluang tersebut dapat dilakukan sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup, baik dalam proses penyidikan maupun saat...
Dok. Pribadi

DPR Papua Minta Persidangan Mahkamah Militer Kasus Mutilasi Nduga Ditunda, Dorong Peradilan Koneksitas

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:14 WIB
"Kami sayangkan bahwa persidangan di Mahmil Jayapura dan Surabaya tidak dilakukan dengan transparan. Keluarga korban tidak diberitahu...
DOK MI

Jubir Sosialisasi KUHP: Pasal Perzinaan Tak Akan Pengaruhi Sektor Pariwisata Dan Investasi

👤Widhoroso 🕔Jumat 09 Desember 2022, 21:34 WIB
PASAL perzinaan dalam KUHP yang baru dipastikan tidak akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata dan investasi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya