Rabu 02 November 2022, 10:17 WIB

Pengamat: Salah Pilih Capres, PPP Potensi Gagal Masuk Parlemen

 Sri Utami | Politik dan Hukum
Pengamat: Salah Pilih Capres, PPP Potensi Gagal Masuk Parlemen

Ist
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago.

 

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) masih sibuk dengan perbedaan sikap politik DPP PPP dengan basis partai terkait pencalonan presiden 2024.

Plt Ketua Umum PPP Mardiono yang telah menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai calon presiden didukung oleh beberapa daerah yang ikut mendeklarasikan dukungannya terhadap Ganjar.

Namun di sisi lain ada juga beberapa daerah yang menyatakan dukungan terhadap capres Anies Baswedan.

Analis dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai sedang terjadi upaya Split Ticket Voting di internal PPP.

Hal ini ditandai dengan terjadi perbedaan pilihan politik pengurus DPP PPP dengan basis pemilihnya.

Situasi ini mengulang peristiwa yang sama di Pemilu 2019, PPP mendukung Jokowi sedangkan basis pemilihnya lebih dekat dengan kelompok yang mendukung Prabowo.

Baca juga: DPW PPP DIY : Massa PPP DIY Dukung Anies Baswedan

Risiko PPP yang hampir gagal masuk parlemen di Pemilu 2019, pada 2024 berkemungkinan PPP berpotensi gagal masuk parlemen.

“PPP dukung Ganjar sebagai capres pilihan realistis karena salah satu kandidat capres yang memiliki populeritas yang bagus untuk Pilpres 2024," kata Arifki.

"Tetapi, apakah pemilih PPP lebih dekat Ganjar atau capres lainnya? Pemilu yang dilaksanakan secara serentak, PPP tentu tidak hanya memperhatikan capres yang didukung, namun juga dampaknya terhadap suara partai," ujarnya

Menurutnya PPP memang berada dalam pilihan sulit sebagai salah satu anggota partai koalisi pemerintahan yang kadernya ada di kabinet Jokowi. Mendukung capres di luar pemerintahan tentu menjadi pilihan yang dilematis.

"Apalagi PPP juga sudah mendeklarasikan koalisi dengan Golkar dan PAN di bawah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)"

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/11) dikatakan ada beberapa kemungkinan yang terjadi dengan PPP di Pilpres 2024 terkait dukungan capres.

Pertama, PPP mendukung kader potensial yang berasal dari KIB untuk maju sebagai capres dan cawapres.

Kedua, PPP mendukung Ganjar sebagai capres. Hal ini memperkuat KIB sebagai koalisi yang dipersiapkan untuk Ganjar.

Ketiga, PPP masih berkemungkinan mencari figur lain yang sesuai dengan keinginan pemilihnya.

Pilihan ini sedikit sulit diputuskan oleh elite PPP, karena posisi yang diambil ini akan merusak narasi KIB atau dukungan terhadap Ganjar pada 2024.

“PPP di tahun 2024 sangat dilema. Memperjuangkan capres yang didukung elite DPP PPP atau menghitung nasib partai jika salah mendukung capres," jelasnya.

"Pilihan-pilihan yang diambil oleh PPP akan berpengaruh dengan keberanian beberapa caleg untuk maju sebagai calon anggota DPR-RI," tutur Arifki.

"Risikonya lebih besar dari pada maju sebagai caleg DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi, dibalik ketidakpastian PPP di tahun 2024 yang berpotensi tidak lolos parlemen. Semua itu lagi-lagi tergantung dari capres yang didukung PPP," tukasnya. (Sru/OL-09)

Baca Juga

DOK MI

Pekan Depan LPSK Putuskan Pengajuan JC AKB Doddy Prawiranegara

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:13 WIB
LPSK belum mengambil keputusan terkait pengajuan justice collaborator (JC) yang dilayangkan eks Kapolres Bukitinggi AKB Doddy...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Tiba di Padang, "Anies Presidenku" menggema di Bandara Internasional Minangkabau

👤Andromeda dan Fajri Fatmawati 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:46 WIB
SAMBUTAN histeris mewarnai kedatangan Anies Baswedan bakal calon presiden Partai NasDem tiba di Padang Pariaman, Sumatera Barat, pukul...
MI/Henri

Badan Otorita Klaim 21 Negara tertarik Investasi di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:11 WIB
Ia mengatakan, dengan banyaknya investor asing bisa merealisasikan target 80% pembiayaan IKN yang berasal dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya