Selasa 01 November 2022, 21:47 WIB

Bareskrim segera Meminta Klarifikasi Badan POM terkait Izin Edar

Irfan Julyusman | Politik dan Hukum
Bareskrim segera Meminta Klarifikasi Badan POM terkait Izin Edar

ANTARA/Reno Esnir
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah (kanan) saat memberi keterangan.

 

KEPALA Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menyampaikan, Bareskrim Polri segera meminta klarifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) atas izin edar yang mereka keluarkan, Selasa (1/11).

Bareskrim juga akan melakukan pendalaman atas sistem pengawasan produksi serta distribusi terhadap obat sediaan farmasi.

"Terkait penanganan kasus gagal ginjal akut pada anak, pada hari ini Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara dalam rangka meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan terhadap temuan produsen obat PT AFI (Pharma) kemudian tindakan selanjutnya adalah yang pertama membuat administrasi penyidikan serta pengamanan barang bukti," kata Nurul di Jakarta, Selasa (1/11) malam.

"Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap produsen obat PT AFI dan supplier bahan bakunya, kemudian melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap Badan POM terkait proses izin edar kemudian selanjutnya melakukan pendalaman sistem pengawasan produksi dan distribusi obat sediaan farmasi," sambungnya.


Baca juga: Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut Naik ke Tahap Penyidikan


Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Pipit Rismanto menyampaikan hasil gelar perkara oleh penyidik Bareskrim Polri dan Badan POM untuk meningkatkan status penyidikan terhadap PT AFI Pharma, Selasa siang.

"Hasil gelar perkara penyidik Bareskrim dan BPOM sepakat meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan terhadap PT AFI Pharma yang diduga memproduksi sediaan farmasi jenis obat sirup merek paracetamol (obat generik) yang mengandung Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas yaitu 236,39 mg setelah di uji lab oleh BPOM," kata Pipit.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya baru menaikan status sidik kepada satu dari tiga perusahaan farmasi terkait dugaan produksi obat yang mengandung EG maupun DEG yang melewati ambang batas hingga diduga mengakibatkan gagal ginjal akut.

"Yang dua (perusahaan) lagi agar ditanyakan langsung ke BPOM," ujar Pipit. "Rencana akan di sidik oleh BPOM sendiri" sambungnya. (OL-16)

Baca Juga

MI/Lina Herlina

KY: Hakim Kasasi HAM Berat Paniai Belum Siap

👤tri subarkah 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:36 WIB
Juru bicara KY Miko Ginting mengatakan pihaknya masih melakukan seleksi. Sejauh ini, sudah ada enam calon hakim ad hoc yang...
Biro Pers Setpres

Zulhas Akui Kepuasan Publik Sejalan demgan Kinerja Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:33 WIB
Bagi Zulhas besarnya angka kepuasan publik sejalan dengan kinerja apik yang ditampilkan oleh Presiden...
ANTARA FOTO/Maulana Surya

Kaesang dan Erina Sah Sebagai Suami-Istri

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:18 WIB
Sebagai mahar, Kaesang memberikan seperangkat alat salat, uang Rp300 ribu, dan empat logam mulia seberat 10, 12, 20, dan 22...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya