Selasa 01 November 2022, 21:30 WIB

Filep Karma, Aktivis Papua Merdeka Meninggal Dunia, Keluarga Sebut Murni Kecelakaan

Marcel Kelen | Politik dan Hukum
Filep Karma, Aktivis Papua Merdeka Meninggal Dunia, Keluarga Sebut Murni Kecelakaan

MI/Galih Pradipta
Aktivis politik Papua Filep Karma

 

FILEP Karma, salah satu aktivis politik Papua ditemukan tidak bernyawa  di Pantai Base G, Jayapura, Selasa(1/11) pagi. Korban
yang gemar menyelam itu ditemukan meninggal dengan masih mengenakan
pakaian selam.

Kematian Filep Karma menjadi sorotan banyak pihak, mengingat mantan
narapidana politik itu selama ini dikenal punya banyak simpatisan.
Kabar kematian itu langsung mengundang tanda tanya sejumlah pihak yang
sejak pagi hari langsung mendatangi tempat kejadian perkara hingga menuju rumah sakit.

Terkait hal itu, Andrefina Karma, putri kedua Filep Karma mengatakan,
sang ayah meninggal murni karena kecelakaan saat menyelam.
"Meninggalnya Bapa saya murni karena kecelakaan bukan karena ada bencana atau pembunuhan," jelasnya.

Andrefina menjelaskan pihak keluarga mendapat informasi dari saksi yang
juga keluarga yang melihat korban pada Minggu (30/10) di Pantai Base G
sedang menyelam menggunakan baju yang sama dan perlengkapan yang lengkap.

"Ini murni kecelakaan. Jangan ada isu-isu yang lain. Jangan timbul hoaks atas kematian bapa kami. Ini murni kecelakaan saat beliau menyelam," tegasnya berkali-kali, saat hendak membawa jenazah sang ayah dari rumah sakit.

Tolak Autopsi

Sementara Kapolresta Jayapura Kota Komisaris Besar Victor D Mackbon mengatakan pihak keluarga menolak autopsi. "Dari keterangan keluarga, komunikasi terakhir dengan Filep dilakukan pada 27 Oktober 2022. Keluarga menyebutkan korban keluar rumah dengan tujuan ingin menyelam untuk menangkap ikan."

Dia menambahkan, Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh warga yang hendak mencari ikan pada sekitar pukul 05.00 WIT

Dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Filep Karma (62) warga Dok V Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, Jayapura.

"Korban sudah dilakukan visum luar namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. kita berharap semua pihak dapat membantu Kepolisian. Bila ada informasi terkait kejadian ini agar dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Kami telah perintahkan personel untuk melaksanakan patroli siber guna menindaklanjuti penyebaran-penyebaran berita hoaks atau tidak benar, jika ditemukan maka langsung akan ditindaklanjuti," pungkas Victor Mackbon.

Sementara dari pantauan, massa sempat memenuhi halaman RS Bhayangkara dan melakukan iring-iringan jenazah dilanjutkan menuju ke rumah duka di Dok V, Distrik Jayapura Utara. (N-2)

Baca Juga

Dispenal

Penunjukkan Yudo Margono Dinilai sebagai Upaya Pemenuhan Janji Politik Jokowi

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:21 WIB
Penunjukkan Yudo Margono dinilai sebagai upaya pemenuhan janji politik menjadikan Indonesia sebagai poros maritim...
MI/Adam Dwi

MK Tolak Permohonan Advokat Soal Saksi Dapat Pendampingan Hukum

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 30 November 2022, 21:06 WIB
MK menegaskan pendampingan saksi oleh penasihat hukum (advokat) dalam pemeriksaan perkara pidana penting. Namun, materi dimaksud tidak...
MI/HO

KPK Ajak Perguruan Tinggi Rumuskan Kebijakan Antikorupsi Lewat ACS

👤Mediaindonesia com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:59 WIB
Sebab, pendidikan adalah kunci dalam pembangunan sumber daya manusia berkarakter dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya