Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FILEP Karma, salah satu aktivis politik Papua ditemukan tidak bernyawa di Pantai Base G, Jayapura, Selasa(1/11) pagi. Korban
yang gemar menyelam itu ditemukan meninggal dengan masih mengenakan
pakaian selam.
Kematian Filep Karma menjadi sorotan banyak pihak, mengingat mantan
narapidana politik itu selama ini dikenal punya banyak simpatisan.
Kabar kematian itu langsung mengundang tanda tanya sejumlah pihak yang
sejak pagi hari langsung mendatangi tempat kejadian perkara hingga menuju rumah sakit.
Terkait hal itu, Andrefina Karma, putri kedua Filep Karma mengatakan,
sang ayah meninggal murni karena kecelakaan saat menyelam.
"Meninggalnya Bapa saya murni karena kecelakaan bukan karena ada bencana atau pembunuhan," jelasnya.
Andrefina menjelaskan pihak keluarga mendapat informasi dari saksi yang
juga keluarga yang melihat korban pada Minggu (30/10) di Pantai Base G
sedang menyelam menggunakan baju yang sama dan perlengkapan yang lengkap.
"Ini murni kecelakaan. Jangan ada isu-isu yang lain. Jangan timbul hoaks atas kematian bapa kami. Ini murni kecelakaan saat beliau menyelam," tegasnya berkali-kali, saat hendak membawa jenazah sang ayah dari rumah sakit.
Tolak Autopsi
Sementara Kapolresta Jayapura Kota Komisaris Besar Victor D Mackbon mengatakan pihak keluarga menolak autopsi. "Dari keterangan keluarga, komunikasi terakhir dengan Filep dilakukan pada 27 Oktober 2022. Keluarga menyebutkan korban keluar rumah dengan tujuan ingin menyelam untuk menangkap ikan."
Dia menambahkan, Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh warga yang hendak mencari ikan pada sekitar pukul 05.00 WIT
Dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Filep Karma (62) warga Dok V Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, Jayapura.
"Korban sudah dilakukan visum luar namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. kita berharap semua pihak dapat membantu Kepolisian. Bila ada informasi terkait kejadian ini agar dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Kami telah perintahkan personel untuk melaksanakan patroli siber guna menindaklanjuti penyebaran-penyebaran berita hoaks atau tidak benar, jika ditemukan maka langsung akan ditindaklanjuti," pungkas Victor Mackbon.
Sementara dari pantauan, massa sempat memenuhi halaman RS Bhayangkara dan melakukan iring-iringan jenazah dilanjutkan menuju ke rumah duka di Dok V, Distrik Jayapura Utara. (N-2)
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
Dua aktivis di Kota Semarang, Adetya Pramandira (26) dan Fathul Munif (28) ditahan Polrestabes Semarang diduga berkaitan dengan unggahan di media sosial terkait aksi pada Agustus 2025 lalu.
Imbauan ditulis tangan disebarkan aktivis Pati yang menjenguknya dan ditujukan kepada warga Pati dan pendukungnya.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved