Jumat 30 September 2022, 22:10 WIB

Jenderal Andika dan Jenderal Dudung Saling Melengkapi

Media Indonesia | Politik dan Hukum
 Jenderal Andika dan Jenderal Dudung Saling Melengkapi

MI/M Irfan
Menhan Prabowo Subianto diapit Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

 

KEHADIRAN Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI (26/9) membuktikan tak ada disharmoni dalam tubuh TNI.

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja terkait anggaran pertahanan 2023 dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan turut hadir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAD, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, serta Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya A Gustaf Brugman. KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo tidak hadir karena sedang mendampingi Presiden Joko Widodo memberi bantuan kemanusiaan untuk korban banjir.

"Tentunya kehadiran KSAD juga untuk membuktikan tidak ada disharmoni dalam tubuh TNI. Ini patut kita apresiasi," kata pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/9).

Susaningtyas menegaskan TNI memang tidak boleh berpolitik, tetapi harus update perkembangan politik agar mengerti bagaimana yang terbaik dalam menjaga kedaulatan NKRI. Menurutnya, KSAD sudah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankannya keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi bangsa dari segala ancaman. 

"Kemudian juga mampu membuktikan ucapannya untuk menjalankan arahan Panglima TNI. Jauh lebih penting lagi hal ini memperlihatkan Jenderal Dudung serius dan fokus dalam bekerja serta tidak mau masuk polemik politik," tandas Susaningtyas.

Terkait kehadiran Andika Perkasa dan Dudung pada rapat tersebut, dalam pandangan Susaningtyas berarti mereka mampu menjelaskan ke publik jika tidak ada permasalahan disharmonisasi dalam tubuh TNI. Perbedaan pendapat dalam diskusi maupun implementasi di lapangan merupakan hal biasa dalam kehidupan militer. Jenderal Dudung pun memberikan salam hormat ke Andika usai rapat kerja bersama.
 
"Apa yang dilakukan Jenderal Dudung menunjukan contoh agar ditiru anggotanya. Bahkan kedua sosok itu justru saling melengkapi. Misalnya Andika lebih fokus dalam pembenahan manajemen internal TNI, termasuk memastikannya semua matra TNI profesional sesuai tugas pokoknya. Sedangkan Dudung menjalin hubungan eksternal, seperti bertemu ulama, tokoh masyarakat maupun tokoh sipil lainnya," imbuh Susaningtyas lagi. (RO/O-2)

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

BNPT dan Densus 88 Dituntut Minta Maaf karena Lalai Jaga Agus Sujatno

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 09 Desember 2022, 10:48 WIB
Insiden bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar oleh mantan narapidana teroris (napiter) itu adalah bentuk kelalaian BNPT dan...
dok.ant

KUHP Baru Jadi Ancaman Serius Bagi Akademisi Kritis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 09 Desember 2022, 09:10 WIB
KITAB Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang disahkan DPR pada Selasa, (6/12) dinilai berpotensi membelenggu kebebasan berpendapat semua...
DOK MI

Komnas HAM: Putusan Kasus HAM Paniai Belum Berikan Keadilan Bagi Korban

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai putusan pengadilan HAM pada Peristiwa Paniai Tahun 2014 belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya