Kamis 01 September 2022, 17:34 WIB

Pengacara Bandingkan kondisi PC dengan Nasib Ibu Brigadir J

Khoerun Nadif Rahmat | Politik dan Hukum
Pengacara Bandingkan kondisi PC dengan Nasib Ibu Brigadir J

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Ibu almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak (tengah)

 

KUASA hukum Brigadir J, Jonhson Panjaitan mempertanyakan alasan kemanusiaan yang menjadi dasar penangguhan penahanan tewasnya Brigadir J, Putri Candrawathi (PC) yang diketahui merupakan istri Irejen Ferdy Sambo (FS).

Jonhson mengatakan, alasan kemanusian yang menjadi dasar penangguhan penahan itu harus lengkap. Lalu, ia pun membandingkan kondisi PC dengan kondisi ibu Brigadir J.

"Kemanusian itu harus lengkap, ibu Brigadir J nangis-nangis, syock, apakah negara pernah ngurusin itu?", papar Jonshon pada Kamis (1/9).

Menurut Jonhson, PC seharusnya tetap ditahan karena berstatus pembunuhan berancana. "Sementara yang ini, ingat loh sangkaanya 340 pembunuhan berencana loh," imbuhnya.

Seorang tersangka pembunuhan berencana, bagi Jonshon harus tetap ditahan. Alasan kemanusian sebagai penangguhan penahan PC dinilainya tidak cukup. "Mau bicara kemanusian? Yang bener aja," pungkasnya.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Kasus Brigadir J merupakan Pembunuhan di Luar Hukum

Sebelumnya kuasa hukum PC, Arman Hanis mengatakan PC mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan beberapa alasan sesuai dengan Pasal 31 ayat 1 KUHAP.

Terkait dengan pengajuan permohonan penangguhan penahanan PC, dikatakan Arman, pihak penyidik mengabulkan permohonan tersebut dengan alasan kemanusiaan.

"Karena dengan alasan kemanusiaan karena alasannya itu, ibu Putri memiliki anak kecil itu yang pertama. Yang kedua kondisi kesehatan ibu Putri tidak stabil sehingga kami mengajukan permohonan itu ya Alhamdulillah saat ini penyidik mengabulkan permohonan tadi," pungkasnya.

PC sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama suaminya FS. Adapun tersangka lain ialah, RE, RR dan KM. Mereka dijerat Pasal 340 Sub Pasal 338 Sub Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati atau penjara hukuman seumur hidup. (OL-4)

Baca Juga

dok.ist

Plt Ketua Umum dan Majelis Pakar PPP Matangkan Pemenangan Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:08 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono melakukan rapat bersama Majelis Pakar DPP PPP membahas langkah dan strategi untuk mengantarkan...
MI/Bary F

Paska OTT KPK Respon Ketua MA Dipuji Pengamat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 22:43 WIB
RESPON Mahkamah Agung (MA) dalam menyikapi terbongkarnya dugaan korupsi yang melibatkan Hakim Agung non-aktif Sudrajat Dimyati dan sejumlah...
MI/ Abdillah M Marzuqi

Pemuda Katolik Komda Jateng Kecam Kasus Mutilasi di Semarang

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Kamis 29 September 2022, 22:40 WIB
PEMUDA Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah mengecam keras pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran kepada Paulus Iwan Budi beberapa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya