Sabtu 13 Agustus 2022, 08:20 WIB

Kuasa Hukum Nizar Dahlan Yakin Menang di Praperadilan Lawan KPK

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kuasa Hukum Nizar Dahlan Yakin Menang di Praperadilan Lawan KPK

dok.ist
Ilustrasi: Suasana sidang praperadilan kader senior PPP melawan KPK di PN Jakarta Selatan

 

HAKIM Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menetapkan putusan praperadilan Kader Senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nizar Dahlan, melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (15/8) mendatang. Sidang putusan digelar setelah pihak Nizar Dahlan dan KPK mengajukan kesimpulan.

“Pada sidang putusan nanti kami punya keyakinan untuk menang. Sebab terkait legal standing, pemohon memilikinya sebagai masyarakat dan pelapor dugaan gratifikasi (Suharso Monoarfa),” ujar Kuasa Hukum dari Nizar Dahlan, Rezekinta Sofrizal, kemarin.

Selain itu, Rezekinta menyebut permohonan praperadilan kali ini merupakan terobosan hukum yang tidak ada di dalam KUHAP. Sehingga hakim diuji terobosan hukumnya untuk memberikan ruang bagi masyarakat.

“Artinya ada banyak perubahan hukum yang dinamis. Saat ini mungkin konsep praperadilan bisa diperluas,” ucapnya.

Rezekinta mengungkapkan, selama persidangan pihaknya telah memberikan kesimpulan terkait dalil hukum pemohon mengajukan praperadilan. Serta juga telah menyerahkan bukti-bukti terkait.

“Selama persidangan para pihak khususnya kami sebagai pemohon telah memberikan kesimpulan terkait dalil hukum kami, bukti yang telah diserahkan, termasuk juga ahli yang kami hadirkan,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK menyebut Nizar tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan praperadilan terhadap KPK. Namun ahli pidana yang dihadirkan Nizar yaitu Abdul Ficar Hadjar selaku Dosen Fakultas Hukum Trisakti, menilai permohon tersebut sah-sah saja karena merupakan terobosan baru dan tidak melanggar hukum.

Alasan Nizar mengajukan permohonan praperadilan ke PN Jaksel terhadap KPK adalah atas dasar tidak ditindaklanjutinya laporan dugaan gratifikasi yang dilakukan Ketum PPP Suharso Monoarfa. Laporan Nizar ke KPK atas dugaan gratifikasi tidak ada kelanjutan setelah dua tahun lamanya. (OL-13)

Baca Juga

Dok MI/ROMMY PUJIANTO

Amnesty Internasional Minta Tim Gabungan Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:33 WIB
Usman menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan yang terjadi harus diinvestigasi, karena telah melanggar Kode Etik...
ANTARA

Polri Sebut Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk pada Rabu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:18 WIB
Kapolri menyebutkan pelimpahan dilakukan pekan depan dengan waktu pelimpahan antara hari Senin (3/10) atau Rabu (5/10) di Bareskrim...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Polri akan Dalami Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 21:23 WIB
Petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya