Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jawa Barat (Jabar), telah memutuskan nama-nama yang akan dicalonkan pada Pilpres 2024. Nama-nama tersebut merupakan keputusan bersama setelah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) se-Jabar.
"Dari calon dari internal tentunya kami memutuskan Ketua Umum Pak Zulkifli Hasan. Sedangkan dari eksternal ada saudaraku Anies Baswedan,
saudaraku Erick Thohir, saudaraku Ridwan Kamil dan saudaraku Ganjar Pranowo," kata Ketua DPW PAN Jabar Desy Ratnasari dalam keterangan yang diterima Senin (9/8).
Desy mengatakan tokoh yang diusulkan itu dinilai mumpuni untuk memimpin Indonesia. Dia juga menjelaskan alasan memilih sosok pemimpin dari kelima orang tersebut. Usulan Ganjar Pranowo berdasarkan serapan aspirasi masyarakat melalui Musda. Sementara itu, nama Anies Baswedan muncul karena pihaknya memandang telah memiliki banyak prestasi saat memimpin DKI Jakarta.
"Untuk ketum jelas kita selaku kader akan mendukung penuh ketum. Di sisi lain untuk calon lainnya pun juga memiliki keunggulan, semisal saudaraku Ridwan Kamil adalah orang Sunda, yang cukup disukai dan saudaraku Erick kami nilai memiliki cukup pengetahuan tentunya bagaimana mengatur perekonomian," jelasnya.
Kalau saudaraku Ganjar lanjut Desy, ternyata di Jabar khususnya di wilayah tertentu menyukai beliau karena rendah hati dan prestasi yang
ditorehkannya. Nama-nama tersebut akan diajukan ke DPP PAN untuk diputuskan dalam Rakernas. Sehingga diharapkan ada beberapa nama yang menjadi calon kuat usulan PAN untuk memimpin Bangsa Indonesia.
Terkait calon Gubernur Jabar 2024 mendatang, para kader terutama para Ketua DPD tingkat kabupaten dan kota sepakat memilih Desy Ratnasari.
"Alhamdulillah rencana kita sudah disiapkan sebaik mungkin. Termasuk membahas tentang perekrutan saksi yang akan memantau hasil suara di garis terdepan pada saat pemilihan umum," terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan siap jika PPP menugaskannya untuk berpasangan dengan Ketua DPW PAN Jabar Desy Ratnasari pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024 namun dirinya juga siap disandingkan dengan tokoh lain.
"Saya dengan siapa pun mangga (silakan), dengan Desy pun saya siap, tergantung partai yang mengusung. Karena kalau saya punya keinginan, kalau partai tidak mengusung, apa boleh buat. Jadi saya dengan Desy pun siap. Atau pun siapa pun," ujarnya.
Uu yang menjadi wakil ketua DPW PPP Jabar menyatakan, saat ini, ia sedang meningkatkan berbagai kesiapannya menjelang Pilgub Jabar 2024. Uu mengatakan, semua keputusan ada di tangan partai. Jika pada akhirnya ia tidak disandingkan dengan Desy Ratnasari, Uu juga siap akan mengikuti semua arahan partai.
baca juga: Emak-Emak dan Milenial Jateng Dukung Ganjar dan Sandiaga Uno di Pilpres 2024
Eks bupati Tasikmalaya tersebut menuturkan, saat ini sedang berupaya melaksanakan tugas PPP untuk menggenjot popularitas dan elektabilitasnya menjelang Pilgub Jabar 2024. Hal tersebut untuk memastikan ia dapat dipercayai partai yang akan mengusungnya kelak di Pilgub Jabar 2024.
"Sekali lagi, sebagai kader partai, saya siap. Namun saya harus layak pada waktunya. Sekalipun siap, kalau tidak layak, partai sendiri pun
tidak mencalonkan. Tetapi kalau sudah layak pada waktunya, jangankan hanya PPP, kami yakin partai lain pun akan tertarik, maka saya sekarang ikhtiar saja," tambahnya.(N-1)
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved