Sabtu 06 Agustus 2022, 15:26 WIB

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Empat Polisi Dijaga Ketat di Patsus Provost

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kasus Pembunuhan Brigadir J, Empat Polisi Dijaga Ketat di Patsus Provost

ANTARA
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

 

SEBANYAK empat polisi ditempatkan di tempat khusus (patsus) Provost Polri karena diduga tidak profesional dalam menangani kasus kematian Birgadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Dedi Prasetyo, patsus itu dijaga secara khusus.

"(Mereka ditempatkan di) tempat khusus di Provost dan dijaga ketat," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/8).

Baca juga: Alasan 4 Polisi yang Tangani Kasus Brigadir Yosua Ditahan di Tempat Khusus

Merujuk Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin, tempat yang dikategorikan sebagai patsus dapat berupa markas, rumah kediaman, ruang tertentu, kapal, atau tempat yang ditunjuk oleh aparat yang berwenang menghukum (ankum).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarkat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut penempatan empat polisi itu dilakukan berdasarkan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Salah satu pertimbangan dalam menempatkan keempat polisi itu di patsus, kata Ramadhan, adalah keamanan dan keselamatan terduga pelanggar serta masyarakat. Di samping itu, kasus pembunuhan Brigadir J juga telah menjadi atensi masyarakat luas.

Kabar penempatan empat polisi di patsus telah disampaikan secara langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Meski tidak merinci, Sigit menegaskan keempat orang itu merupakan bagian dari 25 anggotanya yang saat ini diperiksa Inspektorat Khusus (Irsus) karena ketidakprofesionalan dalam menangani pembunuhan Brigadir J.

Penempatan di patsus dilakukan selama 30 hari ke depan, terhitung Kamis (4/8). Adapun bagi 21 personel lainnya akan diproses sesuai dengan keputusan tim khusus (timsus) bentukan Kapolri. Sigit menyebut ada dua kemungkinan proses yang diambil terhadap ke-21 anggotanya itu, yakni pidana dan etik. 

Timsus sendiri telah menersangkakan Bharada E terkait pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo. Polri menjerat Bharada E dengan Pasal 338 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 KUHP. (OL-6)

Baca Juga

MI/M. Irfan

Hasil Autopsi Kedua Brigadir J Akan Segera Disampaikan ke Publik

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:21 WIB
Tim Khusus Polri melalui penyidiknya tengah melakukan pemeriksaan pertama Irjen Ferdy Sambo (FS). Pemeriksaan ini direncanakan akan...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Megawati setuju atas Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional bagi Ratu Kalinyamat

👤Sri Utami 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:15 WIB
Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti Ratu Jepara seorang wanita yang kaya...
Ist

Eksekusi Jaminan Fidusia Tidak Melanggar Jika Tak Ada Kekerasan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 12:59 WIB
FIF Group juga berupaya memitigasi terjadinya perbuatan-perbuatan yang berpotensi menjadi pelanggaran serta menghindari adanya perbedaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya