Jumat 15 Juli 2022, 18:10 WIB

LSN Sebut Capres Berlatar Belakang TNI masih Disukai Masyarakat

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
LSN Sebut Capres Berlatar Belakang TNI masih Disukai Masyarakat

Dok.LSN
Konferensi pers LSN.

 

LEMBAGA Survei Nasional (LSN) menyebutkan bahwa masyarkat yang menghendaki calon presiden (capres) 2024 mendatang berlatar belakang militer (TNI) masih cukup tinggi yaitu sebanyak 26,4%. Angka tersebut masih tinggi, jika dibandingkan dengan pilihan terhadap capres berlatar belakang sipil yang hanya 20,2%.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry dalam konferensi pers terkait hasil survei nasional terbaru yang dilaksanakan LSN pada 10 - 24 Juni di 34 provinsi di Indonesia.

"Ketika LSN menanyakan kepada responden, apakah lebih menyukai capres berlatar belakang TNI atau capres berlatar belakang sipil, bagian terbesar responden (48,1%) tidak mempermasalahkan latar belakang capres apakah TNI atau sipil. Namun sebanyak 26,4% responden menyatakan lebih menyukai capres 2024 nanti adalah tokoh yang berlatar belakang TNI. Ini menegaskan bahwa capres berlatar belakang TNI ternyata masih diminati publik," ujar Gema melalui zoom, Jumat (15/7).

Untuk diketahui, dari sejumlah nama capres 2024 yang memiliki elektabilitas teratas di berbagai lembaga survei, tiga diantaranya berasal dari militer, yaitu Prabowo Subianto, Moeldoko, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gema juga menjelaskan bahwa calon pemilih Indonesia untuk Pemilu 2024 nampaknya tergolong pemilih rasional (rational voters). Pengaruh faktor primordial seperti latar belakang agama dan suku bangsa sangat rendah. Begitu pula faktor money politics, tidak menjadi faktor untuk menentukan pilihan capres dalam Pemilu 2024 nanti.

"Mayoritas responden mengaku bahwa faktor rasional seperti rekam jejak (track record) capres dan program kerja (visi-misi) lebih mendasari alasan mereka memilih capres tertentu. Faktor kepribadian (personality) capres juga menjadi alasan memilih," ungkapnya.

Selain rational voters, calon pemilih Indonesia untuk Pemilu 2024 juga termasuk dalam kategori autonomous voters (pemilih otonom). Ketika LSN menanyakan kepada responden, tokoh manakah yang pendapatnya akan dijadikan referensi untuk memilih capres pada Pemilu 2024, sebanyak 25,5% responden menyatakan tidak akan menggunakan pendapat siapapun sebagai referensi memilih capres.

"Sementara itu yang akan menggunakan pendapat tokoh agama sebagai referensi memilih capres sebanyak 18,9% responden. Kemudian figur lain yang pendapatnya akan dijadikan referensi adalah tokoh cendekiawan (15,2%) dan tokoh masyarakat atau tokoh adat (11,9%). Sedangkan pendapat para influencer dari kalangan selebritis hanya dijadikan referensi oleh 2,4% responden," kata Gema.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dengan melibatkan sebanyak 1.500 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multistage random sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner. Margin of error +/- 2,53%, dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95%. (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Reno Esnir

KPK Tegaskan akan Seret Surya Darmadi ke Meja Hijau

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:37 WIB
Ali memastikan pengusutan kasus korupsi Surya di Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak akan menyulitkan perkara suap di...
MI / ADAM DWI

Komnas HAM Ungkap Penyebab Ferdy Sambo Pulang Duluan dari Magelang

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:33 WIB
"Terkait dengan Ferdy Sambo dan kenapa pulang duluan, karena ada...
Metrotv

Komnas HAM Siapkan Ahli untuk Periksa Istri Ferdy Sambo

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:27 WIB
Komnas HAM masih membutuhkan keterangan istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candawathi. Keterangan putri dibutuhkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya