Selasa 12 Juli 2022, 23:33 WIB

Ahyudin Mengaku Siap Dikorbankan Demi ACT

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Ahyudin Mengaku Siap Dikorbankan Demi ACT

MGN/ Siti Yona Hukmana
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah)

 

MANTAN Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin selesai menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyelewengan dana umat di Bareskrim Polri. Ahyudin mengaku siap dikorbankan demi kebaikan yayasan penggalangan dana tersebut.

"Demi Allah saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun, asal semoga ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang InsyaAllah lebih besar manfaatnya untuk masyarakat luas tetap bisa hadir eksis berkembang dengan sebaik-baiknya," kata Ahyudin di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (12/7).

Dia tak menjelaskan secara gamblang pengorbanan yang dimaksud. Namun, Ahyudin tak membantah pengorbanan itu termasuk siap menjadi tersangka.

"Aapun jika sewaktu-waktu ke depan begitu (tersangka) ya saya harus berkorban atau dikorbankan ya asal ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan milik bangsa ini tetap eksis hadir memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat luas. Saya ikhlas saya terima ya dengan sebaik-baiknya," tegasnya

Ahyudin diperiksa tiga kali dalam kasus ini. Pertama pada Jumat, 8 Juli 2022 dan pemeriksaan kedua pada Senin, 11 Juli 2022. Ahyudin memastikan akan terus memantau proses kasus yang ditengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri itu.

"Alhamdulillah ini hari ketiga saya hadir di Bareskrim dan mengikuti dengan baik seluruh rangkaian penyelidikan yang kebetulan kan per hari ini sudah dinaikan menjadi penyidikan," jelasnya.

Polri mengungkap ketidakberesan lembaga filantropi ACT mengelola dana bantuan untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018. Dana tersebut diduga disalahgunakan oleh mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar.

"Melakukan dugaan penyimpangan sebagian dana social/CSR dari pihak Boeing tersebut untuk kepentingan pribadi masing-masing berupa pembayaran gaji dan fasilitas pribadi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Ketika dana bantuan tersebut masuk, Ahyudin menjabat merangkap ketua, pengurus, dan pembina di ACT. Sedangkan, Ibnu selaku ketua pengurus.

Selain itu, lembaga filantropi tersebut juga menampung donasi Rp60 miliar per bulan. Total donasi itu langsung dipangkas 10-20 persen oleh ACT. Jumlah tersebut setara dengan Rp6-12 miliar.

Pemotongan tersebut untuk membayar keperluan gaji pengurus dan seluruh karyawan ACT. Sejumlah pihak lain di dalam struktur ACT juga kecipratan uang tersebut. Pembina dan pengawas juga mendapatkan dana operasional yang bersumber dari potongan donasi itu.

Kasus telah naik ke tahap penyidikan, artinya polisi mengantongi unsur pidana. Polisi tengah mencari dua alat bukti guna menetapkan tersangka. (OL-8)

Baca Juga

Dok Ist

Kapolri: Kepercayaan Publik Penting untuk Terus Kawal Kebijakan Pemerintah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:38 WIB
Kepercayaan publik terhadap institusi Polri sangat...
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

KPK Angkut Dokumen dari Perusahaan Mardani Maming di Kalsel

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:26 WIB
Dokumen yang diangkut tersebut terkait dengan perkara Mardani. KPK telah melakukan penyitaan terhadap dokumen...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Kapolri Didesak Usut Konsorsium Judi Irjen Sambo

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:19 WIB
Sebelumnya, muncul di media sosial Twitter "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303". Lalu, tertulis, di kalangan bandar judi, Ferdy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya