Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertahanan (Kemhan) akan kembali menggelar pameran Indo Defence pada 2-5 November. Ajang yang sudah diselenggarakan dari 2004 itu sempat vakum lantaran terhalang pandemi covid-19.
Pameran indutri pertahanan tersebut bakal diadakan di tiga lokasi, yakni di Kemayoran Jiexpo, Lanud Halim Perdana Kusuma dan Derma Pondok Dayung.
Senior Project Manager Indo Defence, Lisa Rusli menyebut ajang kali ini bertemakan ‘Peace, Prosperity, Strong Defence’. Berbeda dengan pameran sebelumnya, Lisa menuturkan ajang kali ini akan bersamaan dengan Aerospace, Maritime dan Security Event.
Artinya, pameran nanti akan menampilkan tiga angkatan, yakni darat, laut dan udara.
“Kebetulan di Indonesia satu-satunya pameran terkait militer hanya Indo Defence,” ungkap Lisa di Gedung Kemhan, Jakarta, Selasa (12/7).
Lisa mengatakan pameran pertahanan internasional itu sengaja diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan selalu bertepatan pada bulan November.
Hal itu lantaran di luar Indonesia juga ada kegiatan serupa yang terjadwal di seluruh dunia.
“Jadi kalau kita keluar dari bukan November itu pasti sudah akan beberapa kegiatan serupa dari luar Indonesia pun juga kalau kita penyelenggaraan tahun ganjil,” paparnya.
Maka dari itu, Lisa menyebut meski situasi covid-19 masih belum menentu, dirinya optimistis Indo Defence bisa terselenggara dengan baik.
Kegiatan Indo Defence kali ini, kata Lisa, ingin menjadi wadah untuk pemerintahan kemudian pelaku bisnis profesional bisa bertukar pikiran dan pandangan terkait dengan peralatan militer.
“Selain itu, kami pastinya berharap Indo Defence bisa menjadi internasional industri pertahanan terbesar di dunia, karena yang seperti kita ketahui di dunia sebetulnya sudah ada Idex di Abu Dhabi,” ungkapnya.
“Kita berharapnya kita bisa menjadi besar orang-orang juga sudah cukup lama ya menyelenggarakan Indo Defence itu sendiri,” pungkasnya. (OL-8)
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Dia mengatakan industri pertahanan dalam negeri, misalnya PT Pindad, saat ini mampu memproduksi peluru-peluru kaliber kecil misalnya yang berukuran 5,56 mm dan 7,62 mm.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved