Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyebut latar belakang Hadi Tjahjanto sebagai mantan Panglima TNI sangat cocok untuk ditempatkan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang.
Keahliannya dalam menguasai teritori dan kualitas kerjanya yang baik saat terjun ke lapangan membuat Jokowi yakin bahwa Hadi mampu mengatasi banyaknya persoalan lahan di Tanah Air.
"Beliau dulu sebagai mantan panglima menguasai teritori. Kita tahu beliau kalau ke lapangam kerjanya sangat detil," ujar Jokowi selepas melantik Hadi Tjahjanto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6).
Baca juga: Ketum PAN jadi Mendag, Mantan Panglima TNI jadi Menteri ATR
Kepala negara pun berpesan kepada Hadi untuk menyelesaikan segala persoalan yang menyangkut sengketa dan sertifikasi lahan.
"Sengketa lahan harus sebanyak-banyaknya bisa diselesaikan. Urusan sertifikat juga harus sebanyak-banyaknya diseleaikan. Saya yakin Pak Hadi punya kemampuan untuk itu," tuturnya.
Selain itu, mantan panglima TNI tersebut juga diinstruksikan untuk membantu kelancaran proses pengadaan lahan di Ibu Kota Negara Nusantara.(OL-4)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan jajaran Kabinet Indonesia Maju hingga kepala lembaga di Istana Negara.
Perluasan kabinet berpotensi merusak efisiensi pemerintahan, membuka peluang korupsi, dan membebani keuangan negara tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.
Prabowo menyatakan atas nama dirinya sendiri sebagai Presiden Terpilih dan juga sekaligus mewakili anggota Kabinet Indonesia Maju mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Joko Widodo.
Presiden menekankan kepada para menteri dan kepala lembaga untuk bisa menjaga daya beli masyarakat, tingkat inflasi hingga pertumbuhan ekonomi.
Jokowi menyampaikan permintaan maaf apabila ada perilaku yang kurang bekenan khususnya selama 10 tahun memimpin Indonesia.
Tak ada pembahasan soal kursi menteri atau jabatan apa pun pada pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved