Jumat 03 Juni 2022, 10:46 WIB

Apkasi Gelar Bimtek Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Apkasi Gelar Bimtek Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat

Ist
Ketua Bidang Kerjasama Antar Daerah Apkasi, Ipuk Fiestiandani yang juga menjabat Bupati Banyuwangi.

 

DALAM upaya percepatan perekonomian daerah paska pandemi Covid-19, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Studi Tiru Pengembangan dan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan di Desa Taman Sari Kabupaten Banyuwangi, Kamis (2/6).

Kegiatan ini sendiri merupakan angkatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Carangsari, Kabupaten Badung Bali, akhir Mei silam.

Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang menyebutkan bahwa tujuan bimtek dan studi tiru ini adalah salah sebagai wujud implementasi dari satu program Dewan Pengurus Apkasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah kabupaten dan desa dalam tata kelola pengembangan pariwisata.

Baca juga: Apkasi Seleksi 35 Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) di Bogor

Program kegiatan ini, lanjut Sarman merupakan rangkaian kegiatan serupa yang dilaksanakan di tiga desa wisata, yakni angkatan pertama telah dilaksanakan di Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung, Bali pada 26-29 Mei 2022 yang diikuti kurang lebih 120 peserta.

Kemudian kegiatan dilanjiutkan di Desa Wisata Tamansari, Kabupaten Banyuwangi pada 2-5 Juni 2022 .

Kegiatan ketiga akan dilaksanakan di Desa Wisata Kaki Langit, Mangunan, Kabupaten Bantul DIY yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2022. 

"Khusus kegiatan di Banyuwangi ini terbilang eksklusif karena diikuti 37 peserta terdiri dari kepala dinas, Kepala Bidang dan Wali Nagari dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat," katanya.

"Semoga setelah usai kegiatan ini, akan lahir desa wisata di Dharmasraya. Karena seperti diketahui, sebenarnya masih banyak desa-desa lainnya yang memiliki potensi yang luar biasa," imbuh Sarman. 

Sayangnya potensi-potensi desa tersebut, masih menurut Sarman, hanya dinikmati oleh masyarakatnya sendiri dan belum terangkat ke permukaan.

"Padahal kalau potensi tersebut bisa dikelola dengan baik, maka akan menciptakan destinasi wisata baru yang dampak positifnya bisa mengangkat perkenomian masyarakat tersebut," jelasnya.

"Saya melihat di Sumatera Barat banyak potensi wisata berbasis gunung, persawahan maupun pantai yang sangat indah," ucap Sarman.

"Jika ini bisa dikemas dengan baik ditambah dengan sekarang ada media sosial, maka tempat-tempat tersebut berpotensi viral dan dikenal banyak orang. Otomatis akan dicari banyak orang," katanya bersemangat. 

Sarman berharap para peserta bimtek dan studi tiru dapat memetik pelajaran dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Desa Tamansari mengenai strategi, tantangan dan hambatan.

"Serta bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan dan pengelolaan desa wisata," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kerjasama Antar Daerah Apkasi, Ipuk Fiestiandani yang sekaligus Bupati Banyuwangi dan tuan rumah penyelengaraan memberikan apresiasi atas kehadiran para peserta kegiatan bimtek dan studi tiru desa wisata.

"Kalau kita bicara soal desa, sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi daerah, di mana kita kemarin selama dua tahun lebih sempat terpuruk karena Covid-19, maka inilah saatnya, mari bangkit dan menghidupkan kembali ekonomi. Saran dan arahan Pak Presiden Jokowi sangat tepat sekali di mana membangun Indonesia dimulai dari desa. Karena desalah yang sangat erat sentuhannya kepada masyarakat secara langsung,” katanya. 

Ipuk menegaskan bahwa saat inilah momentum yang tepat untuk membangkitkan perekonomian daerah melalui pariwisata.

Ia berujar salah satu bentuk penguatan desa yang dilakukan oleh pemerintah yaitu melalui desa wisata, di mana dukungan untuk mengembangkan potensinya yang ada di desa masing-masing melalui desa wisata ini merupakan langkah yang sangat baik.

"Kalau kita bicara soal desa wisata itu konteksnya adalah sesuatu yang bahagia, sesuatu yang menyenangkan," kata Ipuk.

"Kami menyadari bahwa wisata di Banyuwangi tidak semuanya berbasis alam, oleh sebab itu kami mengusung konsep pariwisata selain alam yang mengedepankan unsur edukasi dan industri namun tetap ada muatan lokalnya. Kami menggabungkan unsur-unsur tersebut," imbuhnya.

Pemkab Banyuwangi, sebut Ipuk, mempunya tagline: Semua Tempat adalah Distinasi, dan Semua Kegiatan di Pemda sampai ke Desa-desa adalah Atraksi.

"Jika bapak-bapak Wali Nagari mendengar Banyuwangi Festival, maka inilah bentuk upaya kami untuk mengakomodir semua kegiatan baik di tingkat kabupaten sampai desa yang konsepnya beragam tidak hanya alam saja, tapi ada edukasi dan lain sebagainya," katanya. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Sepuluh Parpol Belum Lengkapi Berkas

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:56 WIB
KPU memberikan kesempat partai tersebut melengkapi berkas hingga akhir pendaftaran pada pukul 23.59 WIB, Minggu, 14 Agustus...
Dok.MI

Buronan KPK dan Kejaksaan Agung Surya Darmadi Akan ke Indonesia

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:35 WIB
Juniver mengeklaim Darmadi merupakan pembayar pajak yang patuh dan membuka lapangan kerja untuk puluhan ribu...
Antara

Anak Buah Kapal Diharap Patuhi Hukum di Negara Lain

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:14 WIB
Hakeng mengapresiasi langkah diambil pemerintah Indonesia yang tetap memberikan pendampingan hukum kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya