Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Terorisme Indonesia dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh, Al Chaidar menilai, dengan keterpurukan yang dialami Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pascapimpinan terakhir mereka tewas yakni Ali Kalora alias Ali Ahmad, membuat simpatisan kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) geram.
Terbukti simpatisan tersebut kemudian bersatu hingga berjumlah puluhan orang dan terpantau oleh Densus 88 Antiteror Polri hingga akhirnya ditangkap.
Menurut Al Chaidar, simpatisan tersebut memang sengaja bersatu untuk membangkitkan kembali MIT dan melanjutkan perjuangan pimpinan tertinggi mereka yakni Santoso alias Abu Wardah untuk mendirikan negara Islam dari Poso.
“Simpatisan atau pendukung MIT itu masih banyak. Dan penangkapan 22 orang tersebut menandakan bahwa MIT masih eksis meski tersisa dua orang anggotanya yang diburu di hutan pegunungan Poso,” terangnya kepada Media Indonesia, Senin (16/5).
Al Chaidar menyebutkan, dalam studi terorisme di Poso, MIT dikategorikan sebagai terorisme tumkin yang memiliki kemampuan tempur dan bergerilia. MIT bisa merekrut orang dengan mudah untuk menjadi simpatisan atau pengikutnya.
“22 orang itu kemungkinan besar adalah orang-orang yang direkrut di satu daerah seperti Poso,” ujarnya.
MIT, lanjut Al Chaidar, diketahui punya kebiasaan merekrut orang-orang menjadi simpatisan atau pengikutnya yang berasal dari satu suku yang sama dan wilayah-wilayah transmigrasi yang ada di Poso.
MIT tidak melakukan perekrutan secara besar-besaran karena takut terlalu gemuk dan membutuhkan banyak biaya.
“Dan mereka yang direkrut adalah orang-orang yang memang mudah didoktrin,” ungkapnya.
Baca juga : TPM Siap Dampingi 22 Warga Sulteng yang Ditangkap Densus 88
Oleh karena itu, hemat Al Chaidar, Polri harus betul-betul bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan yang mandalam untuk menghentikan MIT dari akarnya.
Tidak hanya itu, Polri juga harus bisa legowo menghentikan operasi perburuan di hutan pegunungan karena tidak memiliki kemampuan tempur dan bergerilia.
Al Chaidar meminta, Presiden RI Joko Widodo memberikan sepenuhnya tugas perburuan DPO MIT di Poso kepada TNI karena mereka memiliki kemampuan tempur dan bisa bergerilia di hutan pegunungan.
“MIT adalah teroris yang memiliki kemampuan tempur dan bergerilia. Terorisme tumkin seperti itu hanya bisa diatasi oleh TNI, bukan Polri,” paparnya.
Al Chaidar menambahkan, operasi perburuan MIT di Poso akan terus berlangsung dan tidak selesai jika Polri masih sebagai penanggung jawab operasi.
“MIT memiliki aksi kejahatan sporadis yang perlu ditangani dengan serius,” tandasnya.
Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 22 orang yang diduga pendukung kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso dan Tojo Unauna, Sulawesi Tengah. Saat ini puluhan orang itu masih diperiksa.
Penangkapan itu dilakukan Densus pada Sabtu 14 Mei 2022 di beberapa wilayah Poso hingga beberapa wilayah Tojo Unauna. (OL-7)
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved