Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dan DPR RI diminta berhati-hati dan memikirkan dampak negatif dalam upaya menciptakan daerah otonomi baru (DOB) di Papua. Menurut politikus senior Papua Paskalis Kossay, apabila tidak ada kajian mendalam, dikhawatirkan kebijakan ini justru semakin membuat konflik Jakarta-Papua semakin meruncing.
“Tidak menutup kemungkinan solidaritas Melanesia akan bangkit dan membawa isu Papua semakin besar,” katanya ketika dihubungi, Minggu (8/5).
Sebagaimana diketahui, DPR RI melalui rapat paripurna menyetujui tiga Rancangan Undang-undang (RUU) DOB di Papua menjadi RUU inisiatif DPR. Tiga RUU DOB Papua tersebut adalah RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.
Paskalis mengakui, orang asli Papua (OAP) saat ini sedang gelisah dengan adanya rencana pembentukan DOB tersebut. Bagi OAP pembentukan provinsi baru justru semakin mengancam keberadaan mereka di wilayah tersebut.
“OAP sedang gelisah karena jumlahnya yang semakin hari semakin menurun,” ungkapnya.
Baca juga: Permintaan Pemuda Adat Papua Soal Pemekaran Dipercepat Dapat Dukungan
Belum lagi, tambah Paskalis, kemampuan rata-rata SDM OAP terbilang masih di bawah rata-rata masyarakat pendatang. Apabila pemekaran dipaksakan, posisi strategis di wilayah baru hampir dipastikan diisi oleh non-OAP yang jauh lebih siap.
“Orang asli sangat mungkin akan tersisih dari dari dampak pemekaran jika dipaksakan,” jelasnya.
Dirinya khawatir orang Papua bakal menggunakan isu pemusnahan etnis apabila pemekaran ini terus dibiarkan tanpa keterlibatan masyarakat lokal.
“Dampak politiknya cukup signifikan. Harap pemerintah sadar akan hal ini,” tukasnya.(OL-5)
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved