Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN presiden (pilpres) dalam pemilihan umum 2024 semakin dekat. Sejumlah nama sudah digadang-gadang sebagai calon dalam pesta demokrasi empat tahunan tersebut. Salah satunya adalah politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani.
Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas menyebut elektabilitas Puan memang masih di bawah calon lain dari partai yang sama. Namun ia menilai masih ada waktu untuk Puan memperbaiki elektabilitas. "Waktu masih ada setahun lagi. Tetap saja bekerja," kata Sirojudin (28/4).
Ia menyebut, setiap figur yang digadang-gadang untuk maju dalam pilpres mendatang memiliki komunikasi publik yang berbeda. Ada yang memperkuat basis digital mereka.
"Sudah hampir mendekati 60% masyarakat Indonesia punya media sosial. Semakin baik sosialisasi, semakin besar peluang untuk terekspos pada komunitas itu," kata Sirojuddin.
Namun ditegaskan, populer tidak selalu jadi pilihan. "Calon presiden harus yang dikehendaki oleh pemilih PDI Perjuangan, jika tidak dikehendaki oleh pemilih bisa jadi pemilih PDI Perjuangan akan pergi" tambah dia.
Dikatakan pekerjaan rumah bagi Puan adalah bagaimana memenangkan hati pemilihnya. Pemilih PDI Perjuangan masih menjadi mayoritas. Hal ini terlihat dalam dua survei terakhir dimana suara PDI Perjuangan masih di atas 20%.
"Mbak Puan masih perlu bekerja lebih baik lagi meyakinkan pemilih PDI Perjuangan sendiri. Internal, apakah pemilih PDIP menginginkan Mbak Puan maju sebagai calon presiden," tandas Sirojuddin.
Di sisi lain, Puan menegaskan memiliki prinsip terus bekerja untuk rakyat. Dia juga mengajak kader PDIP untuk semakin solid. PDIP ‘berkuasa’ selama dua periode dan target mereka tentu untuk menang lagi.
"Kalau kita ingin PDI Perjuangan kembali menang di 2024, kita harus solid, solid, solid. Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Ibu Ketua Umum," tegas Ketua DPR RI ini di Solo, Rabu (27/4).
Tentang hasil survei yang menunjukkan elektabilitas perorangan, Puan mengaku tidak khawatir. "Kerja turun lapangan! Jangan terpengaruh survei, itu hanya jadi pegangan," kata Puan.
Dalam dua bulan ini, Puan banyak tampil di depan publik dan melakukan kerja kerja nyata seperti disahkannya UU TPKS. Ia juga bersafari ke sejumlah kantong-kantong NU dan melanjutkan silaturahmi yang dibangun sejak era kakeknya, Presiden Soekarno. (RO/OL-15)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved