Kamis 14 April 2022, 22:38 WIB

La Nyalla: Big Data Luhut Bohong

Anggi Tondi Martaon | Politik dan Hukum
La Nyalla: Big Data Luhut Bohong

Antara
Luhut Pandjaitan

 

MENTERI Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut disebut berbohong terkait big data 110 juta pengguna media sosial (medsos) mendukung penundaan Pemilu 2024. 

Pengguna medsos yang membahas penundaan Pemilu 2024 jauh lebih kecil dibandingkan klaim pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

"Ya sudah saya katakan bohong," kata Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (14/4).

Pernyataan bohong tersebut berdasarkan data Evello, sebuah lembaga analitik data yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sejak 2014. 

Berdasarkan data yang dianalisis Evello, jumlah pengguna media sosial membahas penundaan Pemilu 2024 hanya 693.289 akun.

"Jadi jumlah 110 juta (akun pengguna medsos) juga berlebihan ya, 1 juta juga gak sampai," kata Founder Evello, Dudy Rudianto.

Dia menyampaikan pihaknya langsung melakukan pemantauan saat Luhut mengklaim memiliki big data 110 juta pengguna medsos. Pemantauan bahkan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun ke belakang. 

Dari hasil analisis yang dilakukan, dia mengakui jika terdapat percakapan besar membicarakan pemilu. Kemudian, mulai melakukan penjajakan dan penghitungan terhadap akun yang menyinggung penundaan pesta demokrasi. 

"Jadi dengan kata lain ditarik ke belekang satu tahun pun yang membicarakan pemilu atau penundaan pemilu paking besar seperti itu (693.289 akun)," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok pribadi

Leter C Kerap Jadi Alat Bukti Kendati Tidak Ada yang Asli

👤Media Indonesia 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:50 WIB
KASUS perdata yang menyangkut masalah pertanahan tak lepas dari masih digunakannya alat bukti hak-hak lama seperti Leter C atau...
Antara

KPU Berkomitmen Perkuat Literasi Pemilh

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:09 WIB
Menurut Komisioner KPU, Idham Holik, pendidikan pemilih itu merupakan hak politik...
Ist

Diskusi Terbatas Pertanahan, Letter C Tidak Ada yang Asli

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:35 WIB
Letter C atau girik, petok, verponding, dan segala dokumen tanah yang lama sudah tidak berlaku sejak Oktober...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya