Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEKTABILITAS Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan sebagai bakal calon presiden cenderung menguat. Dari sejumlah nama yang banyak disebut-sebut oleh publik nama keduanya bersaing ketat denga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan hal tersebut merupakan temuan dari survei SMRC yang dilakukan secara nasional dan diperbaharui 13-20 Maret 2022 bertajuk Prospek Capres 2024. Ketiganya meraup suara tertinggi dan 40 orang lainnya berada di bawah 4%.
"Dalam pertanyaan semi terbuka dengan daftar 43 nama Ganjar Pranowo 18,1% suara, Prabowo Subianto 17,6%, Anis Baswedan 14,4%. Sedangkan nama-nama lain seperti Ridwan Kamil, Agus Harimurti bahkan Megawati Sukarnoputri di bawah 4% dan 13,7% belum menentukan pilihan," jelasnya, Kamis (7/4).
Dalam satu tahun terakhir dukungan pada Ganjar dan Anis mengalami penguatan. Suara untuk Ganjar naik dari 8,8% pada survei Maret 2021 menjadi 18,1% pada Maret 2002 titik demikian pula dengan Anies Baswedan yang suaranya naik dari 11,2% menjadi 14,4% titik Sementara dukungan pada Prabowo mengalami Pelemahan dari 20% menjadi 17,6%.
Namun Abbas memberikan catatan terhadap dukungan pada Ganjar yakni walaupun suara Ganjar mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir, namun cenderung datar dalam tiga bulan terakhir.
Baca juga: Bacapres Prabowo sangat Dikenal tetapi Kurang Disukai
"Dari 19,2% pada Desember 2021 menjadi 18,1% pada Maret 2022," imbuhnya.
Sedangkan dalam konteks publik mengenal para tokoh tersrbut nama Prabowo Subianto adalah bakal calon presiden yang sudah dikenal oleh hampir semua pemilih nasional tapi kurang disukai. Sebesar 97% publik sudah mengenal atau tahu Prabowo Subianto sedangkan yang mengenal Anies Baswedan sebanyak 87%, Sandiaga Uno 81% dan Ganjar Pranowo 69%.
"Walaupun Prabowo sudah dikenal hampir semua pemilih, namun kurang diikuti dengan sikap suka oleh pemilih. Menteri Pertahanan ini hanya disukai 73% dari yang mengenalnya"
Hal yang serupa terjadi pada Anies Baswedan yang dikenal 87%, tapi yang suka dari yang kenal hanya 75%. Sandiaga Uno juga cenderung dikenal luas oleh publik yakni 81% dan 84% yang mengenalnya menyatakan suka. Sejumlah tokoh memiliki kedikenalan yang masih rendah di bawah 80%, tapi memiliki kedisukaan di atas 80%.
Mereka adalah Ganjar Pranowo dikenal 69%, disukai 81% dari yang kenal, Khofifah Indar Parawansah dikenal 49%, tapi 80% di antaranya menyatakan suka, dan Ridwan Kamil diketahui oleh 65% dan 84% di antaranya menyukai. Temuan ini menerangkan bahwa pengetahuan publik maupun tingkat kedisukaan memiliki pengaruh pada keterpilihan masing-masing tokoh.
“Kuantitas dan kualitas popularitas masing-masing tokoh berimplikasi terhadap elektabilitas mereka,” ucapnya. (OL-4)
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
SEBANYAK 550 foto hasil jepretan Mohammad Guntur Soekarnoputra dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Berlangsung 7 – 13 Juni 2025.
RELAWAN Ganjar Pranowo atau Ganjarist menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dilaksanakan secara serempak
Ganjar mengungkapkan bahwa bantuan dana untuk partai bisa berasal dari berbagai sumber tak hanya terbatas pada APBN.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan tiga fokus utama pada para kader PDIP yang baru terpilih sebagai kepala daerah.
KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menghadiri sidang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved