Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Supardi mengungkap pihaknya menyita barang bukti elektronik dari hasil penggeledahan di kantor Kementerian Perindustrian, kemarin. Menurutnya, penyidik mulai mendalami kuota impor baja.
Diketahui, saat ini jajaran JAM-Pidsus sedang menyidik kasus dugaan korupsi impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya tahun 2016-2021. Menurut Supardi, penggeledahan di Kemenperin dilakukan terhadap Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE).
"Itu terkait perindustrian, ada yang terkait dengan pengecekan juga, terkait kuota, ya begitu. Menyangkut industri neraca perdagangan. Itu kira-kira yang bisa dibayangkan terkait dengan arus barang dari keluar masuk, terkait perizinan," kata Supardi saat dikonfirmasi, Kamis (31/3).
Tidak seperti di Kementerian Perdagangan, penyidik tidak menyita uang saat melakukan penggeledahan di Kemenperin. Supardi berkilah, tujuan penggeledahan adalah mencari bukti. Sementara, duit bukan satu-satunya barang yang bisa dijadikan bukti.
Baca juga: Satgas BLBI Sita Aset dari Obligor Agus Anwar
"Kita penggeledahan itu sudah ditentukan tempatnya, berdasarkan pemeriksaan sebelumnya. 'Oh ini perlu digeledah.' Baru izin ke PN (Pengadilan Negeri)," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana juga menyebut tempat lain yang digeledah oleh penyidik adalah kantor PT Prasasti Metal Utama yang beralamat di Jalan Buni Nomor 3a, Mangga Besar, Jakarta Barat. Dalam kegiatan itu, penyidik menggndeng tim digital forensik Kejaksaan.
Dari dua tempat yang digeledah, penyidik menyita dua barang bukti digital berupa satu unit personal computer iMac A 1311 dan file dump server http://intranew.kemenperin.go.id yang disimpan ke flash disk. (OL-4)
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon.
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved