Sabtu 19 Februari 2022, 22:45 WIB

Masyarakat Diminta Mewaspadai Rekrutmen Teroris yang Kian Terbuka

Kautsar Widya Prabowo | Politik dan Hukum
Masyarakat Diminta Mewaspadai Rekrutmen Teroris yang Kian Terbuka

MI/Tim Grafis
Ilustrasi Terorisme

 

MASYARAKAT diminta mewaspadai rekrutmen teroris yang kian terbuka. Ada perubahan pola rekrutmen semenjak teroris Parawijayanto memimpin Jemaah Islamiyah (JI).

“Saat ini sejak Parawijayanto memimpin JI, perekrutan kader teroris secara terbuka dan berbanding terbalik saat JI dipimpin oleh Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir, yang secara diam-diam," kata Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Polri, Mayndra Eka Wardhana, dalam kajian penanggulangan radikalisme Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, hari ini.

Dalam acara yang digelar Jaringan Muslim Madani (JMM) ini, Mayndra menilai rekrutmen teroris linier dengan masifnya gerakan radikalisme yang marak di berbagai kampus. Dia mengatakan kegiatan terlarang ini mulai terendus sejak 2010 di media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok.

Senada, Direktur Eksekutif JMM, Syukron Jamal, mengatakan derasnya arus informasi di media sosial dijadikan ombak penyebar radikalisme untuk berselancar. Ujungnya, medium itu menjadi arena pertarungan ideologi dan paham.

Baca juga: Prajurit TNI yang Ditembak KKB Merupakan Putra Papua

“Radikalisme, ekstremisme, dan bahkan terorisme begitu nyata telah masuk dalam sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara," kata dia.

Menurut Syukron, hal tersebut menjadi ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan suatu bangsa. Penyebaran ideologi yang kontra Pancasila ini diminta menjadi perhatian seluruh pihak, dan mesti disikapi serius, utamanya oleh santri.

Dia mengatakan santri merupakan garda terdepan mengampanyekan Islam moderat melawan gerakan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Santri harus bisa menangkal ideologi yang merujuk pada paham anti Pancasila itu.

"Kalau dulu para ulama datang ke Indonesia mengislamkan masyarakat, tetapi sekarang mereka para pembaharu datang ke Indonesia malah mengkafirkan yang sudah islam," kata Syukron. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Panglima Yudo: TNI-Polri Harus Berantas Praktik Ekspor dan Tambang Ilegal

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:24 WIB
PANGLIMA TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan TNI-Polri harus bersinergi memberantas praktik ekspor dan tambang...
ANTARA

MK Belum Bisa Pastikan Kapan Gugatan soal Sistem Pemilu Diputus

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:54 WIB
Pihak MK belum dapat memastikan ada atau tidaknya sidang lanjutan. Pasalnya hal itu akan diputuskan oleh Mahkamah dalam sidang...
DOK pribadi.

Tahun Politik, Sejumlah Anggota DPR dan DPD Raih Penghargaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:35 WIB
Calon legislator atau senator harus dapat menjalankan personal branding untuk menunjukkan kepada konstituennya tentang karakter dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya