Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM-Datun) Feri Wibisono mengatakan banyak kejanggalan dalam putusan Pengadilan Arbitrase Singapore International Chamber of Commerce terkait proyek Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Diketahui, Kemenhan digugat karena wanprestasi oleh perusahaan penyedia satelit Navayo International AG dengan putusan harus membayar denda sebesar US$20,9 juta pada 2021. Dalam persidangan di Singapura itu, Feri menyebut ada tipu muslihat saat proses pengajuan alat bukti.
"Bukti yang diajukan di persidangan arbitrase, yang menjadi dasar putusan arbitrase, itu ada tipu muslihatnya," katanya saat ditemui Media Indonesia di Kompleks Kejagung, Jakarta, Rabu (16/2).
Baca juga: Kejagung Bantu Menhan Gugat Putusan Arbitrase soal Satelit
"Jadi seandainya buktinya diajukan dengan benar, putusannya tidak begitu," sambung Feri.
Kekinian, JAM-Datun mendampingi Kemenhan untuk menggugat putusan arbitrase tersebut. Gugatan dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan klasifikasi perkara pembatalan arbitrase.
Adapun jaksa pengacara negara Cahyaning Nuratih Widowati bertindak sebagai kuasa hukum Kemenhan melawan Navayo dan Hungarian Export Credit Insurance PTE Ltd.
"(Upaya) perdata ini untuk menjaga kepentingan, supaya mematahkan putusan arbitrase," jelas Feri.
Sebelumnya, JAM-Datun juga pernah bertindak sebagai pengacara negara mendampingi Kemenhan melawan Avanti Communication Ltd terkait poyek yang sama. Gugatan tersebut berupaya membatalkan putusan Pengadilan Arbitrase London yang meminta pemerintah membayar denda Rp515 miliar.
"Avanti waktu itu sudah selesai, sudah lama. Kalau enggak salah, putusannya dibayar (pemerintah)," tandas Feri. (OL-1)
Selain menyediakan sumur bor untuk kebutuhan harian, pemerintah juga memasang mesin penjernih air berteknologi RO.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemwnhan) bergerak cepat menangani krisis air bersih di lokasi bencana Sumatra Utara.
Empat Unit Kendaraan Operasional Diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Guna Percepatan Bantuan di Wilayah Terdampak Bencana.
Mabes TNI menyerahkan sepenuhnya keputusan pembelian jet tempur J-10 buatan China kepada Kementerian Pertahanan.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan lomba baris-berbaris bertajuk Bela Negara Cup.
Presiden menekankan kekuatan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga kunci untuk melindungi kekayaan alam bangsa.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved