Sabtu 12 Februari 2022, 11:17 WIB

Anggota DPR Pastikan Enam Jet Tempur Rafale Miliki Kehandalan

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Anggota DPR Pastikan Enam Jet Tempur Rafale Miliki Kehandalan

Ist/DPR
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi.

 

INDONESIA melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) menandatangani kontrak kerja sama pembelian enam pesawat tempur generasi 4,5, Dassault Rafale, buatan Prancis.

Catatannya belanja alat utama sistem senjata (Alutsista) bukan sekedar cangkang namun harus dipastikan dilengkapi radar dan senjata.

"(Keenam Rafale) harus benar-benar baru, bukan bekas seperti di Kroasia dan Yunani, dan lengkap persenjataannya," ujar Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi kepada Media Indonesia, Sabtu (12/2).

Menurut Bobby, kehadiran enam pesawat tempur asal Prancis itu harus benar-benar menambah daya gedor pertahanan Indonesia. Sejarah buruk pembelian alutsista tanpa senjata sebelumnya tidak boleh terulang.

"Dengan senjata dan sensor supaya siap dog fight dengan jenis-jenis pesawat tempur milik negara-negara sekeliling perbatasan RI," tegasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan proses pembeliannya harus transparan transparan dan akuntabel, dan pengirimannya tepat waktu.

"Jangan beli pesawat tanpa radar atau senjata atau terlalu lama diterimanya guna mencegah formasi pertahanan udara kita tidak lengkap," tutupnya.

Diketahui Kemhan sudah bekerja sama dengan Prancis untuk pembelian enam pesawat tempur generasi 4,5, Dassault Rafale.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan hal itu usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (10/2).

Menurut Prabowo, Indonesia merencanakan pembelian alutsista yang cukup signifikan untuk multirole combat aircraft dengan mengakuisisi 42 pesawat Rafale.

"Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk enam pesawat," kata Prabowo.

Kemudian, kata mantan Danjen Kopassus ini, akan disusul dalam waktu dekat dengan kontrak untuk 36 pesawat lagi dengan dukungan latihan persenjataan dan simulator-simulator yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, usai pertemuan bilateral tersebut Menhan Prabowo Subianto dan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama di bidang research and development kapal selam antara PT PAL dengan Naval Grup.

"Tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dengan AIP beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan," kata Prabowo.

Selain itu, kerja sama antara Dassault dan PT DI untuk maintenance, repair, dan overhaul pesawat-pesawat Prancis di Indonesia, seperti Rafale, Helikopter Caracal, dan lainnya, termasuk MoU kerja sama di bidang telekomunikasi antara PT LEN dan Thales Group serta kerja sama pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition.

"Kerja sama PT Pindad untuk 'manufacturing' amunisi guna keperluan persenjataan darat dan amunisi kaliber besar," kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly menyambut baik penandatanganan berbagai MoU serta kontrak pengadaan Pesawat Tempur Rafale oleh Indonesia.

"Kami senang sekali Indonesia memilih Prancis sebagai mitra dalam program modernisasi alutsista, khususnya untuk pesawat tempur. Saya yakin perusahaan Indonesia dapat menjalin kemitraan untuk mendukung program modernisasi alutsista TNI yang lain demi mengembangkan industri strategis nasional Indonesia," kata Parly.

Menurut dia, pilihan Indonesia untuk pengadaan Pesawat Tempur Rafale merupakan pilihan kedaulatan dan keunggulan teknis karena Rafale telah memberikan kapasitas operasional pada banyak kesempatan dan masih menjalankan misi di sejumlah medan yang sangat menantang.

"Pilihan ini menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap Prancis sebagai bukti kemitraan strategis kita sangat kuat dan dinamis," katanya.

Parly menambahkan penandatanganan kontrak ini merupakan tahap penting dalam proses pengadaan alutsista Indonesia.

"Kontrak akan diaktifkan sesegera mungkin untuk meluncurkan proses produksi agar Indonesia dapat memanfaatkan Pesawat Rafale dalam waktu dekat," pungkasnya. (Cah/OL-09) 

Baca Juga

Ist

Dr.Rahmat Dwi Putranto: Teknologi Pengaruhi Eksistensi Hukum di Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:07 WIB
Dr.Rahmat Dwi Putranto berharap ke depan dapat dilahirkan mata kuliah untuk mahasiswa hukum di Indonesia yang bernama Teknologi...
Dok Kejagung

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Penyerobotan Lahan oleh PT Duta Palma

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:32 WIB
Kejagung menyebut PT Duta Palma tak mengantongi surat-surat dalam mengelola lahan...
Antara

Terdakwa Alvin Lim Akui Tak Terima Surat Pemanggilan Sidang Pertama

👤Ant 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:00 WIB
Alvin mempersoalkan tindakan upaya paksa yang dilakukan jaksa dari Kejari Jaksel didampingi petugas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya