Minggu 16 Januari 2022, 18:00 WIB

Mahfud: Menhan dan Panglima TNI Kooperatif Usut Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Theofilus Ifan Sucipto | Politik dan Hukum
Mahfud: Menhan dan Panglima TNI Kooperatif Usut Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Antara
Menko Polhukam Mahfud MD

 

MENKO Polhukam Mahfud MD menyebut Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kooperatif mengusut proyek satelit Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Mereka siap membantu pemerintah dan transparan.

“Pak Menko (Mahfud) minta apa kita fasilitasi. Selesaikan secara hukum dan buka semua,” kata Mahfud menirukan ucapan Prabowo dan Andika dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Blak-blakan Mahfud MD Bongkar Mafia di Kemhan,’ Minggu (16/1).

Mahfud mengatakan Prabowo mendukung penyelesaian melalui jalur hukum. Supaya Prabowo tidak merasa melanggar hukum dan menjadi batu sandungan usai dirinya tak lagi menjabat sebagai Menhan.

Senada, Andika ingin menghapus stigma tidak ada yang bisa merecoki TNI bila tersandung kasus. TNI harus terbuka dan bersih dari masalah.

“Kita malu dong kalau ada hal begitu, masa TNI selalu dianggap kebal hukum?” papar Mahfud menirukan ucapan Andika.

Mahfud mengaku senang Prabowo dan Andika kooperatif dan responsif. Dia berharap polemik proyek satelit Kemenhan segera rampung.

“Ini memberi harapan pada kita mudah-mudahan bisa dimanfaatkan kejaksaan dan menjadi langkah-langkah yang sama di masa mendatang,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Pemerintah mulai mengusut dugaan penyalahgunaan sejumlah kontrak satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur di Kemenhan. Mahfud menyebut pelanggaran yang terjadi dalam kurun 2015-2016 itu mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan miliaran rupiah.

"Kontrak-kontrak itu dilakukan untuk membuat Satkomhan atau satelit komunikasi pertahanan dengan nilai sangat besar padahal anggarannya belum ada. Berdasarkan kontrak itu, kontrak yang tanpa anggaran negara itu, jelas melanggar prosedur," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Kamis, (13/1)

Mahfud menyampaikan Kemenhan melakukan kontrak dengan Avanti untuk penyewaan satelit Artemis pada 2015, padahal anggarannya belum tersedia. Selain Avanti, kontrak proyek Satkomhan dilakukan dengan beberapa perusahaan, yakni Navayo, Airbus, Detente, Hogan Lovells, dan Telesat. (OL-8)

Baca Juga

Dok MI

Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:42 WIB
"UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
MI/Bayu Anggoro

Selesaikan Polemik Penjabat Kepala Daerah dengan Penguatan Birokrasi Sipil

👤Golda Eksa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:54 WIB
Mengintegrasikan politik kepemiluan agar dapat segera serentak melaksanakan hajat...
Ilustrasi

Ini Rincian Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:28 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy’ari menuturkan sebanyak 82,71 persen atau Rp63,405 Triliun digunakan untuk pelaksanaan tahapan pemilu, honor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya