Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung Sunarta diangkat menjadi Wakil Jaksa Agung menggantikan Setia Untung Arimuladi, yang memasuki masa pensiun. Hal itu didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 180/TPA Tahun 2021 tertanggal 31 Desember 2021.
"Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kejakaan Agung Republik Indonesia," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum kejagung Leonard Eben Ezer melalui keterangan tertulis, Kamis (6/1).
Berdasarkan SK tersebut, Setia diberhentikan secara hormat terhitung sejak 1 Januari 2022.
Baca juga: 209 Pegawai Kejaksaan Dijatuhkan Hukuman Disiplin Sepanjang 2021
Posisi Sunarta, kata Leonard, akan digantikan Amir Yanto, yang sebelumnya menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM-Was).
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Ali Mukartono akan menggantikan posisi Amir sebagai JAM-Was.
Adapun Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Febrie Adriansyah sebagai JAM-Pidsus.
"Berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 181/TPA Tahun 2021 tanggal 31 Desember 2021," ujar Leonard.
Sebelum menjadi Kajati DKI, Febrie diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada JAM-Pidsus. Jabatannya sebagai Kajati DKI terbilang singkat. Febrie dilantik pada Kamis, 29 Juli 2021.
Leonard menyebut Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin akan melantik Wakil Jaksa Agung, JAM-Intel, JAM-Was, dan JAM-Pidsus pada Senin (10/1) mendatang. (OL-1)
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
KAI dan Kejaksaan Agung Perkuat Sinergi Pengelolaan Aset dan Pengembangan Layanan Kereta ApiĀ
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan kerugian perekonomian negara sebesar Rp 171,9 triliun.
Berdasarkan asas Lex Favor Reo, jika terjadi perubahan perundang-undangan, maka aturan yang diberlakukan adalah yang paling menguntungkan bagi terdakwa.
Kejaksaan Agung memastikan kasus dugaan korupsi eks Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin, gugur demi hukum setelah wafat.
Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menekankan pentingnya mengejar aktor intelektual di balik penyelundupan 2 ton narkoba Kapal Sea Dragon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved