Selasa 21 Desember 2021, 17:30 WIB

Muktamar ke 34 Momentum Muhasabah Nahdlatul Ulama

Sri Utami | Politik dan Hukum
Muktamar ke 34 Momentum Muhasabah Nahdlatul Ulama

dok.tangkapan layar
Ketua Gerakan Pemua Ansor, Rahmat Hidayat Pulungan

 

MOMENTUM Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang berlangsung pada 23-25 Desember ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dilakukan muhasabah (interospeksi, evaluasi, dan pembenahan) di dalam tubuh organisasi PBNU.

"Nahdlatul Ulama memerlukan banyak terobosan dalam bidang pendidikan dan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan jaman yang berubah dengan cepat. Sebab, hingga saat ini bidang-bidang tersebut di kalangan NU masih tertinggal," ujar Ketua GP Ansor, Rahmat Hidayat Pulungan, Selasa (21/12).

Rahmat pun menerangkan sejumlah kekurangan dalam bidang pendidikan di NU. Berdasarkan hasil riset yang dilakukannya, NU memiliki 7.462 sekolah yang terdiri dari SD, SMP, SMK dan SMA. Namun di antara sekolah tersebut tidak ada satu pun yang memiliki peringkat 100 besar. Selain itu, NU juga memiliki 44 kampus yang berdiri di bawah naungan NU. Namun, nasibnya sama, tidak ada yang masuk peringkat 100 besar.

"Untuk kampus yang terkreditasi A pun hanya satu, dan itu-itu saja, yakni Universitas Islam Malang (Unisma)," kata Rahmat.

Dalam bidang kesehatan juga NU masih mengalami ketertinggalan. Dia menyebutkan, NU memiliki sekitar 43 rumah sakit, namun tidak memiliki fasilitas dan layanan kesehatan yang lengkap.

"Rumah sakit di bawah naungan NU memang sebanyak 43 unit. Namun, tidak termasuk rumah sakit fasilitas dan layanan kesehatan lengkap," katanya.

Sedangkan dalam hal sumber daya manusia (SDM), menurutnya cendekiawan yang dilahirkan dari kalangan NU hanya itu-itu saja, tidak beregenerasi. Dengan demikian kualitas pendidikan, kesehatan dan SDM yang kurang, berdampak pada kesejahteraan warga Nahdliyin.

Dia menyebutkan, mayoritas muslim Indonesia yang berada dalam kemiskin merupakan warga NU. Sementara di sisi lain sebanyak 59,7% orang muslim kelas menengah dekat dengan NU.

"Oleh karena itu, tranformasi organisasi itu penting untuk mengubah warga NU agar lebih baik dalam segala bidang. NU perlu berbenah total," tegasnya.

Dalam Muktamar ke 34 ini, NU harus membuat Rencana Induk Jangka Panjang Organisasi (RIJPO) untuk 5-10 tahun ke depan. Blueprint ini akan jadi pedoman untuk semua yang terlibat dalam organisasi

"Mandat kita pendidikan dan dakwah. Kita harus fokus di masalah utama, bukan masalah turunannya. Kita harus buat semacam Rencana Induk Jangka Panjang Organisasi (RIJPO) untuk 5-10 tahun ke depan. Blueprint ini akan jadi pedoman untuk semua yang terlibat dalam organisasi dari atas sampai bawah," ucapnya.

Selain itu NU juga harus siap dalam menghadapi masyarakat baru. Organisasi Islam Nadlatul Ulama membutuhkan pemimpin visioner di dalam masyarakat yang sudah memasuki era virtual.

"Ruang-ruang digital tersebut seharusnya menjadi ranah strategis bagi NU untuk berdakwah menebarkan Islam Rahmatan Lilalamin (Rahmat untuk semesta alam). Sayangnya ruang-ruang itu belum dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para tokoh dan pengurus NU," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Airlangga Pimpin Rapat Koordinasi Persiapan Muktamar NU ke-34

Baca Juga

MI/ Duta

Tersangka Ajukan Protes Karena Belum Terima Hasil Gelar Perkara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:10 WIB
Surat protes itu dilayangkan dengan tembusan surat ke Jaksa Agung, Irwasum, Kompolnas dan Komisi III...
MI/Duta

Kejaksaan Periksa Dubes hingga Polisi Terkait Mafia Tanah Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:36 WIB
Kejati DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mulai dari duta besar hingga anggota kepolisian sebagai saksi dalam kasus mafia tanah atas...
Ist

Tangani Pembalakan Liar di Kalteng, Kombes Pol Kurniadi Raih Presisi Award

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:45 WIB
Kombes Pol Kurniadi dan timnya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menangani perkara pembalakan liar atau illegal logging di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya