Selasa 14 Desember 2021, 19:36 WIB

Pakar Hukum Sebut Kebiri Kimia tak Langgar HAM

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Pakar Hukum Sebut Kebiri Kimia tak Langgar HAM

Medcom
Herry Wirawan

 

PAKAR hukum pidana Universitas Airlangga Amira Paripurna mengatakan hukuman kebiri kimia tidak melanggar hak asasi manusia (HAM). Hal itu disampaikannya saat menanggapi kasus dugaan pemerkosaan terhadap belasan santriwati yang dilakukan pemilik pesantren di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan.

"Pidana tambahan berupa kebiri kimia saya setuju jika dikenakan kepada pelaku. Menurut saya kebiri kimia tidaklah melanggar HAM," ujar Amira kepada Media Indonesia melalui keterangan tertulis, Selasa (14/12).

"Karena jika mengacu pada PP Nomor 70/2020, di situ dilakukan dengan sejumlah step dan juga masih mempertimbangkan aspek penilaian klinis," sambungnya.

Selain itu, Amira menambahkan bahwa beleid tersebut juga mengatur soal rehabilitasi kepada pelaku pascaeksekusi kebiri kimia. Ia menegaskan, hukuman kebiri kimia tidak hanya diterapkan di Indonesia saja. Bahkan, Amerika Serikat masih menerapkannya.

"Sejumlah negara merespon sadisnya predator anak dengan mengeluarkan aturan mengenai kebiri kimia ini. Di Amerika Serikat sendiri setidaknya ada 10 negara bagian yang menerapkan kebiri kimia ini bagi predator seks," jelasnya.

Amira berpendapat, jaksa penuntut umum harus berani menunut maksimal Herry. Selain karena kejahatan yang dilakukan berada di bawah pengawasannya, korban juga lebih dari satu orang dan mengakibatkan terganggunya fungsi reproduksi. Oleh karena itu, lanjut Amira, Herry layak dituntut mati atau pidana seumur hidup.

Diketahui, Herry diseret ke meja hijau dengan dakwaan primer Pasal 81 Ayat (1), Ayat (2) dan dakwaan subsider Pasal 81 Ayat (2), Ayat (3) jo Pasal 76 D Undang-Undang tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Adapun ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara dengan pemberatan menjadi 20 tahun karena ia seorang pendidik. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA

Susi Pujiastuti: #KopiSusi Gerakan Moral!

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:18 WIB
MESKI gelaran pilpres 2024 masih dua tahun lagi, namun makin banyak deklarasi yang mendorong capres...
Dok. Pribadi

Komunitas Live Positif Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 18:54 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pada 5 Mei 2021 yang menyatakan bahwa tingkat kriminalitas di Indonesia menembus 94 per 100 ribu...
Dok MI

Jokowi Harus Perkuat Daya Tawar untuk Jadi King Maker 2024

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:45 WIB
Jokowi bisa menjadi king maker untuk menjawab kekhawatiran masyarakat akan kelanjutan beberapa program...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya