Kamis 02 Desember 2021, 16:59 WIB

Soal Hukuman Mati Koruptor, Mantan Hakim: Coba Matiin Satu Dulu

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Soal Hukuman Mati Koruptor, Mantan Hakim: Coba Matiin Satu Dulu

MI/ROMMY PUJIANTO
Mantan hakim Asep Iwan Iriawan yang juga ahli hukum pidana.

 

MANTAN hakim Asep Iwan Iriawan menyebut wacana penerapan hukuman mati koruptor yang dilontarkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin hanya "ngomong doang". Ia menyarankan pihak Kejaksaan untuk segera mengeksekusi narapidana mati kasus lain yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Hari gini wacana hukuman mati basi. Mending eksekusi yang sudah divonis mati, kan itu sudah tugas dan kewenangan jaksa untuk eksekusi, terlepas itu bukan kasus korupsi," kata Asep melalui keterangan tertulis kepada Media Indonesia, Kamis (2/12).

Asep berpendapat bahwa korupsi akan tetap ada selama kekuasaan digunakan untuk mendulang kekayaan alih-alih kesejahteraan masyarakat. Sampai sejauh ini, belum ada satu koruptor pun yang dituntut dan dihukum mati di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk membuktikan signifikansi pidana mati dengan pemberantasan korupsi, perlu ada yang dieksekusi terlebih dahulu.

"Coba matiin aja satu dulu koruptor yang politikus, pasti berkurang. Karena di Indonesia tidak pernah ada koruptor dihukum mati," katanya.

Menurut Asep, dalam kasus tindak pidana narkotika, pidana mati mampu menekan peredaran barang haram tersebut.

"Contoh ya ketika bandar narkoba di Tangerang dimatiin, beberapa waktu peredaran narkoba berkurang. Tapi begitu hukumanya ringan dan (vonisnya) diskon, kan rame lagi, malah oknumnya jualan barang bukti," jelas Asep.

Sebelumnya, Burhanuddin mengatakan pemberantasan tindak pidana korupsi harus bersifat komprehensif. Berbagai upaya, katanya, telah dilakukan Kejaksaan untuk memberikan efek jera bagi koruptor. N

amun hal itu dinilai belum cukup berhasil untuk meredakan fenomena korupsi yang disebutnya semakin menggurita.

"Kejaksaan merasa perlu dengan terobosan hukum dengan penerapan hukuman mati sebagai tonggak pemberantasan korupsi dan sebagai media pembelajaran bagi masyarakat untuk jangan sekali-kali korupsi," kata jaksa agung saat memberikan sambutan dalam webinar yang digelar Kamis (25/11) lalu. (Tri/OL-09)

Baca Juga

DOK MI

Pekerja Sektor Esensial Kota Malang Jalani Vaksinasi Dosis Booster

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:44 WIB
PEKERJA sektor esensial di Kota Malang, Jawa Timur, menerima vaksinasi...
MI/ANDRI WIDIYANTO

NasDem Harap RUU TPKS Tak Lagi Ditunda-Tunda

👤Dhika kusuma winata 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:33 WIB
NasDem berharap agar rancangan beleid itu segera rampung dibahas dan tak lagi...
MI/MOHAMAD IRFAN

Tepis Tudingan DPD, DPR Tegaskan Pembahasan RUU IKN Tidak Tergesa-gesa

👤Reporter: Putri Nurul Ilmi/ Penulis: Irvan Sihombing 🕔Selasa 18 Januari 2022, 16:24 WIB
Meski ditolak PKS, Rapat Paripurna DPR RI ke-13 Masa Persidangan III Tahun 2021-2022 yang digelar hari ini sudah menyetujui RUU IKN menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya