Senin 25 Oktober 2021, 15:10 WIB

Namanya Terseret, Azis Maafkan Eks Penyidik KPK

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Namanya Terseret, Azis Maafkan Eks Penyidik KPK

Antara
Azis Syamsuddin bersaksi di sidang mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain di Pengadilan Tipikor.

 

MANTAN Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin memaafkan Stepanus Robin Pattuju. Robin adalah bekas mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan suap pengurusan perkara. Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Jakarta pusat, Robin secara langsung meminta maaf kepada Azis yang dihadirkan sebagai saksi.

"Pertanyaan saya, apakah saya boleh minta maaf kepada saudara saksi karena saya sudah melibatkan saudara saksi sampai sejauh ini dalam perkara saya?" tanya Robin, Senin (25/10).

"Sebagai manusia, sebagai hamba Allah, saya memaafkan, karena Allah itu Maha Pengampun, Allah Maha menyayangi, Maha Mengasih, dan mengampungi setiap umatnya," kata Azis.

Dalam kesempatan itu, Robin juga mengungkit soal aliran Rp200 juta yang ia terima dari Azis. Azis mengeklaim uang tersebut merupakan pinjaman untuk Robin. Uang tersebut dikirim melalui rekening pribadi Azis ke rekening atas nama Maskur Husain. Azis menyebut bahwa Maskur masih bagian dari keluarga Robin.

Baca juga: Hakim Sangsikan Kesaksian Azis Syamsuddin

Maskur sendiri juga diseret ke pengadilan sebagai terdakwa. Ia adalah pengacara yang terlibat dalam pengurusan beberapa perkara bersama Robin. Dalam perjalanannya, peruntukan uang sebesar Rp200 juta itu dibagi rata antara Robin dan Maskur. Robin meminta agar uang tersebut dikembalikan dengan cara dicicil.

"Apakah saudara saksi menghendaki untuk mengembalikan kepada saksi, tapi mungkin kemampuan kami bisa dicicil?" ujar Robin.

Azis pun menghendaki permintaan tersebut. Senada dengan Robin, Maskur juga meminta maaf kepada Azis dan langsung dimaafkan.

Robin dan Maskur diseret ke meja hijau karena diduga telah menerima uang dengan total Rp11,025 miliar dan US$36 ribu. Uang itu diperoleh dari Azis, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado, mantan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi, dan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. (P-5)

Baca Juga

dok.ist

Hakim Anggota Pengadilan Pajak Kasus SBS Dinilai Tak Profesional

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 30 November 2021, 11:17 WIB
KETUA Pengadilan Pajak diminta mengganti hakim dalam kasus pajak PT SBS agar penanganan kasus pajak tersebut berjalan sesuai kaidah hukum...
Ist/DPR

BURT DPR Kritisi Aturan Wajib Rapid Test Antigen bagi Pendatang di Bandara Sam Ratulangi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:41 WIB
  Wakil Ketua BURT Evita Nursanty mengungkapkan kebijakan daerah tersebut menimbulkan pertanyaan dari sebagian besar masyarakat...
Ist/DPR

Puan: Potensi Kekuatan Non-Blok Bisa Wujudkan Kemerdekaan Palestina

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:25 WIB
Dalam Forum Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143 di Madrid, Spanyol, Puan menyatakan komitmennya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya