Sabtu 23 Oktober 2021, 21:45 WIB

Usung Kesejahteraan, Golkar Optimistis Menang Pemilu 2024 

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Usung Kesejahteraan, Golkar Optimistis Menang Pemilu 2024 

MI/Susanto
ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpidato di HUT ke-57 Partai Golkar, Sabtu (23/10)

 

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis partainya dapat meraih kemenangan pada pemilihan umum (pemilu) 2024 dengan mengusung visi kesejahteraan bagi masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam HUT ke-57 Partai Golkar yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (23/10). 

Airlangga mengatakan Partai Golkar akan berperan dalam pembangunan ekonomi dengan mengusung visi kemajuan bangsa dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

"Kita ingin keluar dari jebakan kelas menengah dengan pendapatan 12000 USD. Pada 2045 kita ingin menjadi negara dengan pendapatan tinggi dan 7 terbesar di dunia," ujar Airlangga dalam pidato politiknya. HUT Partai Golkar juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Wakil Presiden ke-6 Jusuf Kalla yang juga politikus senior Goklar, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, dan jajaran pimpinan Partai Golkar. 

Partai Golkar, tegas Airlangga, sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah, berkomitmen mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga akhir masa jabatan keduanya pada 2024. Selain itu, Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan Partai Golkar akan meneruskan berbagai keberhasilan yang dicapai pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terutama di bidang infrastuktur, pembangunan sumber daya manusia, dan bidang ekonomi. 

Pada kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan Golkar mengapresiasi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang dianggap cukup berhasil melakukan pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi Covid-19. 

"Pemerintahan Jokowi telah menorehkan berbagai prestasi terutama pemulihan ekonomi," ucapnya. 

Ia pun mengajak kader Partai Golkar berperan aktif dala. pemulihan ekonomi nasional. Dalam konteks pemilu 2024, Airlangga mengatakan sebagai partai yang memiliki prinsip karya dan mengusung ideologi Pancasila, Golkar menurutnya telah berpengalaman. 

Ia juga mengapresiasi usaha dan upaya para kader dalam meningkatkan elektabilitas partai dan calon presiden dari Partai Golkar yang akan diusung pada 2024. 

"Partai Golkar harus menang pada 2024, bagi Partai Golkar politik bukan hanya memperoleh kekuasaan belaka tapi juga sarana untuk menyejahterakan rakyat agar rakyat sehat maju dan sejahtera," ucapnya. 

Baca juga : Pandemi Jadi Ujian bagi Partai Politik dan Penyelenggara Negara 

Menanggapi pidato politik Ketua Umum Partai Golkar, Peneliti dari Pusat Penelitian Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati yang disampaikan Airlangga masih berupa pendekatan pragmatis. 

Alasan ekonomi yang diusung Partai Golkar untuk bisa meraih simpati pada pemilu 2024, terang Wasis, berkaitan dengan upaya yang dilakukan pemerintah selama pandemi. Di samping itu, ujar dia, Golkar sebenarnya bisa mengidentifikasi diri sebagai inisiator dalam pemulihan ekonomi dengan posisi Airlangga sebagai Koordinator Bidang Perekonomian. 

Dari sisi kalkulasi politik untuk kontestasi 2024, Wasisto menuturkan Airlangga merupakan kader terdepan yang akan diusung menjadi calon presiden dari partai berlambang beringin itu. Namun, untuk meraih elektabilitas tinggi, menurut Wasisto, amat tergantung pada narasi yang diusung Partai Golkar pada pemilu nanti. Apabila menitikberatkan pada sektor perekonomian, menurutnya wacana Airlangga lebih condong pada makro ekonomi. 

"Sehingga kurang menyentuh aspirasi dari masyarakat bawah," ucapnya. 

Momentum HUT ke-57 Golkar, ujar Wasis, menentukan arah kebijakan partai. Golkar, ucap Wasis, selama ini masih menempel pada pemerintah. Golkar, menurutnya sebaiknya menawarkan program yang realistis dari apa yang dilakukan pemerintah selama ini. 

"Sehingga pak Airlangga punya pendekatan sendiri mengenai ekonomi. Dari pidato politik beliau seolah hanya repetitif saja dengan image posisi beliau selaku Menko," terang Wasisto. 

Selama ini upaya, masukan serta usulan kebijakan dari Golkar, terang Wasis, masih afirmatif dari kebijakan yang dibuat pemerintah. Sehingga menurutnya perlu ada inovasi tersendiri agar Golkar tidak sekadar menempel saja pada pemerintah, tapi memberikan masukan. 

"Yang dilakukan Golkar selama ini sebagai pemain aman tidak berusaha menciptakan gejolak politik tapi stabilitas. Pola pakem seperti ini harus diubah karena kita tidak tahu pada 2024 apakah Golkar akan berada di dalam (pemerintahan) atau menjadi oposisi," tukasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok PBNU

NU Gelar Konser Amal Koin Muktamar

👤Media Indonesia 🕔Selasa 30 November 2021, 21:50 WIB
MUKTAMAR Nahdlatul Ulama (NU) milik bersama segenap nahdliyin di berbagai pelosok negeri, bahkan...
ANTARA

Pemrosesan Sembilan Kasus HAM tidak Perlu Lewat DPR

👤Sri Utami 🕔Selasa 30 November 2021, 21:30 WIB
Pembentukan Pengadilan HAM ad hoc dilakukan setelah penyidikan oleh Kejagung untuk melengkapi hasil penyelidikan Komnas...
MI/PANCA SYURKANI

Survei: NasDem masuk tiga besar dengan elektabilitas 9,3%

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 30 November 2021, 20:39 WIB
Untuk posisi pertama dan kedua masih ditempati oleh PDIP dan Gerindra, ucap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya