Kamis 07 Oktober 2021, 17:22 WIB

Kualitas Capres Tentukan Hasil Pemilu

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Kualitas Capres Tentukan Hasil Pemilu

Ilustrasi
Pemilu

 

HASIL pemenang Pemilu 2024 diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh calon presiden (capres) yang akan diusung oleh partai politik (parpol). Tingkat kesukaan dan kualitas capres menjadi alasan utama pemilih memilih partai dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

"Pemilih sejauh ini lebih menyukai tokoh-tokoh di luar elite inti partai. Ini jadi pekerjaan rumah tersendiri untuk partai," ujar Direktur riset SMRC, Deni Irvani saat memaparkan hasil survei tentang kecenderungan sikap pemilih jelang 2024 yang dilakukan secara daring pada Kamis (10/7).

Deni menjelaskan, elektabilitas para tokoh capres memiliki efek ekor jas atau cocktail effect terhadap perolehan suara parpol dalam Pemilu 2024. Parpol yang mengusung capres yang disukai publik dengan elektabilitas tinggi berpotensi meraih suara yang signifikan dalam Pemilu 2024.

"Bahwa di mata pemilih partai, kualitas personal capres lebih penting dibanding keputusan partai tentang capres," ujar Deni.

Deni menuturkan dukungan pemilih partai terhadap capres yang dicalonkan oleh partai cenderung menurun signifikan jika capres tersebut tidak disukai pemilih. Pemilih akan memilih partai sesuai dengan capres yang lebih disukainya meskipun capres tersebut tidak diusung oleh partai yang berbeda.

"49% pemilih menyatakan tidak akan memilih partai yang tidak mencalonkan orang yang diingikan pemilih menjadi capres. Hanya 35% pemilih yang tetap memilih partai meskipun capres yang diusung tidak sesuai dengan keinginan," ungkapnya.

Survei opini publik ini dilakukan pada 15 - 21 September 2021 ini juga mengukur tingkat elektabiltas para tokoh politik yang berpotensi menjadi capres pada Pemilu 2024.

Dalam format pertanyaan semi terbuka dengan daftar 42 nama tokoh politik yang berpotensi menjadi calon presiden, nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto masih menjadi calon presiden dengan elektabilitas tertinggi dibanding tokoh-tokoh lain.

Baca juga : Survei Elektabilitas Capres, Puan Paling Rendah, Ganjar 20,5%

Prabowo mendapat dukungan 18,1%, disusul Ganjar Pranowo 15,8%, Anies Baswedan 11,1%, Sandiaga Uno 4,8%. Sementara nama-nama lain seperti Puan Maharani dan Airlangga Hartanto berada di bawah 4%.

"Namun dukungan kepada Prabowo cenderung mengalami tren penurunan dari 19,5% menjadi 18,1%," ujar Deni.

Deni menjelaskan, dari bulan Maret 2020 ke September 2021 dukungan publik kepada Ganjar Pranowo mengalami peningkatan dari 6,9% menjadi 15,8%. Begitupun dengan Anies Baswedan yang mengalami kenaikan sedikit dari 10,1% menjadi 11,1%.

"Dukungan untuk Sandiaga Uno cenderung melemah dari 7,3% menjadi 4,8%, sementara dukungan untuk Ridwan Kamil dan AHY tidak banyak berubah," tutur Deni.

Semenatara itu, SMRC juga melakukan survei terbatas terhadap 3 nama calon presiden terkuat yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Dari hasil survei tersebut, elektabilitas Prabowo masih lebih unggul dibandingkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Prabowo mendapat dukungan 30,8%, disusul Ganjar Pranowo 29,3%, dan Anies Baswedan 25%.

"Dukungan untuk Ganjar menguat dari 25,5% menjadi 29,3%, Anies sedikit naik dari 23,5% menjadi 25%, sedangkan Prabowo cenderung melemah dari 34,1% menjadi 30,8%," ungkap Deni.

Sementara itu, mengenai survey elektabilitas parpol PDIP masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi. Lalu diikuti Golkar dan PKB.PDIP mendapat dukungan paling besar 22,1 persen, disusul oleh Golkar 11,3 persen kemudian PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen dan NasDem 4,2 persen. Namun, elekbalitas PDIP menunjukkan tren penurunan dibandingkan survey-survey pada periode sebelumnya.

Menanggapi hasil survey tersebut, Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menjelaskan meskipun mengalami penurunan, partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut masih berada jauh di atas partai yang bertengger di urutan kedua.

"Meskipun kali ini dari survei PDIP turun, tapi masih berada pada posisi teratas. Dan distansi-nya dengan Partai Golkar yang nomor kedua masih cukup jauh. Setengahnya. Sehingga masih cukup jauh," ujar Hugo.

Hugo meyakini PDIP masih akan menjadi partai yang paling menentukan untuk pencalonan di Pemilu 2024. Hal tersebut, salah satunya dilihat dari jabatan kepala negara yang saat ini diduduki kader PDIP.

"Karena juga hal lain yang harus kita lihat bahwa presiden inkumben sekarang adalah kader PDIP yang juga pasti akan ikut menentukan, baik dari segi tingkat keberhasilan menghadapi situasi sekarang yang kita hadapi, pandemi ini, dan juga menuju pada pemilu 2024" tuturnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Haedar Nashir Dorong Sejahrawan Muhammadiyah Berpikiran Terbuka

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 23:24 WIB
Ia berharap sejarawan Islam, khususnya sejarawan Muhammadiyah, tidak terjebak pada...
MI/Ramdani

Jimly: Jangan Panik, Putusan MK Soroti Proses Pembentukan UU Ciptaker, Bukan Materinya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:41 WIB
Pasalnya, yang disoroti MK ialah proses pembentukan UU, bukan...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Rais Aam Perintahkan Muktamar Dipercepat, Panitia: Belum Diputuskan

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:22 WIB
Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memerintahkan muktamar dilaksanakan pada 17...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya