Kamis 07 Oktober 2021, 13:12 WIB

Kasus Proyek PUPR Muara Enim, KPK Periksa Sejumlah Saksi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kasus Proyek PUPR Muara Enim, KPK Periksa Sejumlah Saksi

Ilustrasi
Korupsi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa empat saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek di Dinas PUPR dan pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, 2019. Penyidik memeriksa empat saksi salah satunya pemilik PT Indo Paser Beton Robi Okta Fahlevi yang juga merupakan terpidana suap kepada Bupati Muara Enim.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Kota Palembang," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (7/10).

Selain itu, penyidik juga memanggil Staf Administrasi Keuangan PT Indo Paser Beton Jennifer Capriati, pegawai PT Bank Mandiri Brory Wahyudi, dan pihak swasta Edy Rahmadi. Mereka dipanggil untuk tersangka 10 anggota DPRD Kabupaten Muara EniM.

KPK sebelumnya menahan 10 anggota DPRD Muara Enim dalam kasus dugaan korupsi proyek dan pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim. Mereka yakni Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setidadi, Ahmad Reo Kusuma, Marsito, Mardiansyah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan, dan Piardi.

Baca juga : Gugatan Rp2 T Freidrich Yunadi ke Setya Novanto Ditolak

Kasus tersebut merupakan pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat dua Bupati Muara Enim yakni Ahmad Yani dan Juarsah. Ahmad Yani dijerat lebih dulu kemudian wakilnya Juarsah yang kemudian menggantikan posisinya juga dijerat dalam kasus yang sama.

Sepuluh anggota DPRD itu diduga menerima duit berkisar Rp50 juta- Rp500 juta dari pengusaha Robi Okta Fahlevi. Duit itu diduga agar DPRD memuluskan proyek yang dikerjakan Robi di Dinas PUPR Muara Enim.

Total duit yang diterima 10 anggota DPRD tersebut senilai Rp5,6 miliar. KPK menduga duit yang diterima para anggota DPRD itu digunakan untuk kepentingan mengikuti pemilihan legislatif saat itu. KPK menjerat 10 anggota DPRD itu dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Semuanya ditahan secara terpisah di tiga rutan KPK. Tersangka Indra, Ari, Mardiansyah, dan Muhardi ditahan di Rutan KPK C1 Gedung ACLC sedangkan Ishak, Ahmad, Marsito, dan Fitrianzah di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Adapun Subahan dan Piardi ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. (OL-2)

 

Baca Juga

dok.DPR-RI

Partai Golkar Solid Usung Airlangga Capres di 2024

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Minggu 23 Januari 2022, 12:20 WIB
KETUA DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga menegaskan, pengurus Golkar baik pusat dan daerah seluruh Indonesia solid mendukung Airlangga...
dok.Ant

Pencabutan Perizinan Pertambangan, Perkebunan dan Kehutanan harus Transparan

👤Denny Susanto 🕔Minggu 23 Januari 2022, 09:35 WIB
KEBIJAKAN pemerintah mencabut ribuan izin sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan dengan alasan menata kelola sumber daya alam...
Ist

LPOI-LPOK Dukung Pengadaan Perppu Pelarangan Ideologi selain Pancasila

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:25 WIB
Tantangan utama bangsa Indonesia hari ini ialah penyebaran ideologi yang bertentangan dengan ideologi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya