Selasa 28 September 2021, 16:11 WIB

Disentil Erick Thohir, Proyek Blast Furnace Ternyata Mangkrak 9 Tahun

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Disentil Erick Thohir, Proyek Blast Furnace Ternyata Mangkrak 9 Tahun

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri)

 

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk buka suara soal proyek Blast Furnace yang ternyata sudah mangkrak lama selama 9 tahun. Hal ini merespon atas statement Menteri BUMN Erick Thohir, yang membongkrak permasalahan perusahaan tersebut.

“Proyek Blast Furnace diinisiasi pada 2008 dan memasuki masa konstruksi pada 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir 2018," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam pernyataan resmi kepada Media Indonesia, Selasa (28/9).

Dia mengaku, Krakatau Steel sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif, yakni menggandeng mitra strategis.

“Saat ini kami sudah memiliki dua calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel," jelasnya.

Baca juga: Erick Thohir Cium Indikasi Korupsi di Krakatau Steel

Satu mitra lagi, tambah Silmy, sudah menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal Blast Furnace. Dengan upaya ini, diharapkan Krakatau Steel, proyek tersebut dapat berjalan lagi di tahun depan.

"Kita targetkan kuartal III 2022 akan dioperasikan,” tuturnya.

Pengoperasian Blast Furnace nantinya akan menggunakan teknologi yang memaksimalkan bahan baku dalam negeri seperti pasir besi. Penggunaan produk ini diklaim dapat menghemat biaya produksi dan menurunkan impor bahan baku dari luar negeri berupa iron ore.

Menteri BUMN Erick Thohir secara blak-blakan membeberkan permasalahan finansial perusahaan pelat merah, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, (KRAS). Dia bahkan menduga ada indikasi korupsi di perusahaan tersebut. Produsen baja itu memiliki utang hingga US$2 miliar atau Rp28,5 triliun dan mempunyai proyek mangkrak.

"Krakatau Steel itu punya utang US$2 miliar. Salah satunya ada investasi US$850 juta, yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal ini kan tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi," ujarnya dalam diskusi virtual, hari ini. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

PDIP Undang Erick Thohir Ke Sekolah Partai, Bicara Soal Pilpres 2024?

👤Widhoroso 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:55 WIB
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengundang Menteri BUMN Erick Thohir ke Gedung Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta...
Antara

Hasto Ungkap Kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:00 WIB
Bagi Hasto, kesuksesan Erick, Teten, dan Siti dalam menjalankan program kerja memberikan catatan baik pemerintahan...
MI/Susanto

PPP : RUU TPKS akan Diusulkan Menjadi Inisiatif DPR Besok

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 17 Januari 2022, 18:12 WIB
Achmad Baidowi menegaskan mayoritas fraksi di DPR telah menyampaikan sikap bahwa RUU TPKS akan disahkan di sidang paripurna...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya