Sabtu 25 September 2021, 02:06 WIB

KPK Sesalkan Perbuatan Azis Syamsuddin Sebagai Pimpinan Lembaga Negara

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
KPK Sesalkan Perbuatan Azis Syamsuddin Sebagai Pimpinan Lembaga Negara

Medcom/ Candra Yuri Nuralam
Azis Syamsuddin sebelum masuk ke mobil tahanan KPK

 

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyayangkan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan pers mengenai penetapan tersangka dan penahanan Azis terkait kasus suap ke mantan penyidik KPK guna pengurusan perkara.

"Sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat, seharusnya (Azis) bisa menjadi contoh untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (25/9) dini hari.

Firli menegaskan, KPK tidak segan dan pandang bulu melakukan penindakan terhadap para penyelenggara negara yang diduga korupsi. Hal tersebut, lanjutnya, untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.

Azis diduga menyuap Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,1 miliar dari komitmen awal Rp4 miliar pada Agustus 2020. Saat itu, Robin masih aktif menjadi penyidik KPK yang berasal dari instansi Polri. Azis menyuap Robin untuk mengurus kasus yang melibatkan dirinya dengan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado di Kabupaten Lampung Tengah.

Robin diketahui tidak bekerja seorang diri. Ia turut meminta seorang pengcara bernama Maskur Husain agar ikut mengawal permintaan Azis. Sebagai tanda jadi, Firli menyebut bahwa Azis telah mengirimkan uang sebesar Rp200 juta ke rekening atas nama Maskur secara bertahap.

Pada bulan yang sama, Robin juga menyambangi rumah dinas Azis di Jakar Selatan dan menerima uang secara bertahap dengan pecahan dolar Amerika Serikat maupun Singapura. Rinciannya adalah US$100 ribu, S$17.600, dan S$140.500. Usai mendapat uang itu, Robin dan Maskur lantas menukarkannya ke mata uang rupiah.

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP (Robin) dan MH sebesar Rp4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar," jelas Firli.

Atas perbuatannya, Azis dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK langsung menahannya selama 20 hari terhitung sejak Jumat (24/9) di rumah tahanan (Rutan) Polres Jakarta Selatan. (OL-8)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Pengusaha Berharap Putusan MK Tak Berdampak pada Minat Investasi

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 30 November 2021, 16:11 WIB
Perbaikan dan perevisian yang akan dilakukan pemerintah juga diharapkan tak mengubah esensi produk hukum...
Antara

Kejagung Belum Temukan Oknum OJK yang Tersangkut Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 30 November 2021, 15:21 WIB
Supardi mengaku tidak pernah menargetkan untuk membidik tersangka dari unsur...
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Rugi Rp50 Miliar, 52 Nasabah Jiwasraya Gugat Sri Mulyani Hingga Erick Thohir

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 30 November 2021, 14:28 WIB
Menurutnya, akibat dari tertahannya uang, para nasabah mengalami sakit berkepanjangan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya