Rabu 23 Juni 2021, 17:20 WIB

Kejagung Dianggap Gagal Buktikan Aliran Dana Bitcoin Kasus Asabri

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kejagung Dianggap Gagal Buktikan Aliran Dana Bitcoin Kasus Asabri

Antara
Heru Hidayat

 

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kesulitan membuktikan aset milik Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro dalam bentuk bitcoin sebagai modus penyembunyian hasil korupsi PT Asabri. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengakui jika pihaknya menemukan akun bitcoin yang sudah kosong. 

Menanggapi hal itu, Kresna Hutauruk selaku kuasa hukum Heru Hidayat menegaskan kegagalan tersebut membuktikan jika Kejagung selama ini hanya berasumsi

"Sebagaimana tanggapan kami sebelumnya, klien kami tidak pernah bermain dan berinvestasi bitcoin," ujar Kresna melalui keterangan resmi, Rabu (23/6).

Ia meminta Kejagung tidak membuat opini dan fitnah yang membuat gaduh masyarakat. Padahal, kata dia, penelusuran akun investasi bitcoin sebenarnya mudah dilakukan apalagi atas permintaan penegak hukum. 

"Investasi bitcoin sangat mudah ditelusuri, siapa yang berinvestasi, akunnya apa, dari rekening mana dan uangnya lari kemana. Sehingga lebih baik Kejaksaan Agung membuka saja datanya ke masyarakat, siapa yang sebenarnya berinvestasi di bitcoin," kata dia.

Terpisah, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar mengatakan bahwa pihak Kejagung seharusnya membuktikan terlebih dahulu adanya kerugian negara akibat investasi bitcoin sebelum menyampaikan ke publik. 

"Mau bitcoin, mau perbuatan apa saja tidak masalah, yang penting ada pembuktian bahwa tindakan mereka merugikan negara. Jika masih berasumsi, kejaksaan akan terjebak menjadi lembaga penuntutan yang otoriter dan ini akan mempengaruhi keabsahan hasil-hasil kerjanya," imbuh Fickar.

Nilai sementara aset sitaan dalam penyidikan korupsi dan pencucian uang PT Asabri mencapai Rp14 triliun.

"Tambahan aset dari penyitaan saham PT TRAM milik Heru Hidayat. Jika ditotal nilanya kurang lebih Rp325 miliar berarti nilai aset sitaan sudah tembus  Rp14 triliun," kata Febrie. (Ant/OL-8)

Baca Juga

Antara

Haedar Nashir Dorong Sejahrawan Muhammadiyah Berpikiran Terbuka

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 23:24 WIB
Ia berharap sejarawan Islam, khususnya sejarawan Muhammadiyah, tidak terjebak pada...
MI/Ramdani

Jimly: Jangan Panik, Putusan MK Soroti Proses Pembentukan UU Ciptaker, Bukan Materinya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:41 WIB
Pasalnya, yang disoroti MK ialah proses pembentukan UU, bukan...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Rais Aam Perintahkan Muktamar Dipercepat, Panitia: Belum Diputuskan

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:22 WIB
Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memerintahkan muktamar dilaksanakan pada 17...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya