Kamis 17 Juni 2021, 13:37 WIB

Saling Cela Antara Rizieq dan Jaksa Berlanjut

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Saling Cela Antara Rizieq dan Jaksa Berlanjut

MI/ANDRI WIDIYANTO
Muhammad Rizieq Shihab diborgol

 

TERDAKWA kasus tes swab palsu RS UMMI, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) menyebut replik yang disampaikan jaksa penuntut umum penuh kebohongan. Rizieq juga menyebut jaksa tidak mampu menjawab pledoi atau nota pembelaan yang disampaikan pihaknya.

"Replik JPU sama sekali tidak berkualitas dan tidak bernilai, karena masih saja mengulangi manipulasi fakta persidangan, sehingga penuh dengan kebohongan," kata Rizieq saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6).

Selain itu, Rizieq juga menyebut replik yang dibacakan jaksa juga berisi ungkapan kemarahan atas nota pembelaan yang disampaikan pihaknya.

Rizieq bahkan menyebut jaksa juga menyampaikan penghinaan terhadap dirinya dan aksi ahli yang sebelumnya dihadirkan dalam persidangan. Sehingga, Rizieq menilai apa yang disampaikan jaksa tidak argumentatif dan ilmiah.

"Replik JPU banyak berisi penghinaan baik kepada saya maupun penasihat hukum, bahkan terhadap saksi ahli yang tidak pernah menghina JPU sama sekali," ucapnya.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menyoroti perkataan kasar Rizieq Shihab tak mencerminkannya sebagai tokoh yang mengaku memiliki perbuatan terpuji.

Baca juga: Jaksa Sebut Imam Besar Hanya Isapan Jempol, Rizieq: Hinaan Terhadap Umat Islam

Dalam nota pembelaannya, Rizieq menyebut jaksa dengan kata-kata yang tidak patut disampaikan dalam persidangan, seperti otak penghasut, curang, licik, dan tak ada rasa malu. Bahkan, Jaksa mengatakan Rizieq menyebut pihaknya dijadikan alat oligarki.

"Lalu, sudah biasa berbohong manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan, sebagaimana pleidoi, tanpa filter," ucap jaksa.

Melihat hal tersebut, jaksa menyebut Rizieq sebagai tokoh masyarakat dan dinobatkan sebagai Imam Besar patut dipertanyakan.

"Ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana Imam Besar hanya isapan jempol belaka," tukasnya.

Seperti diketahui, jaksa menuntut eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dengan hukuman enam tahun penjara terkait kasus tes swab di RS Ummi Bogor. Jaksa menyebut Rizieq telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swabnya.

Selain Rizieq, jaksa juga menuntut menantu Rizieq, Muhammad Hanif Alattas dan Direktur RS UMMI Bogor Andi Tatat dengan hukuman dua tahun penjara.

Kasus ini bermula ketika Rizieq meminta pendampingan dan pemeriksaan kesehatan ke Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada 12 November 2020. Pada 23 November 2020, tim dokter MER-C memeriksa Rizieq setelah ditelepon oleh Muhammad Hanif Alatas.

Ketika ditanya oleh tim dokter, Rizieq mengaku merasa kurang enak badan dan meriang karena kelelahan. Ternyata, setelah dilakukan swab test antigen oleh dokter pribadinya, Rizieq dan istrinya reaktif Covid-19.

Keesokan harinya, 24 November 2020, Rizieq dan istrinya masuk ke RS Ummi tanpa melalui IGD atas permintaan terdakwa. Dokter penanggung jawab pasien pun melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap Rizieq dan istrinya, tetapi tidak melakukan tes covid-19, karena telah mendapatkan sampel dari dokter pribadi Rizieq.

Pada 26 November 2020, Rizieq mengaku hasil pemeriksaannya baik dan akan pulang dari RS Ummi atas permintaannya sendiri karena merasa sudah segar. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Tersangka Peristiwa HAM Berat Paniai Segera Diadili di Pengadilan HAM Makassar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:32 WIB
Sangkaan yang menjerat IS terkait pertanggungjawaban rantai komando atas kejahatan terhadap...
Dok MI

Wamen ATR/BPN Pastikan Lahan IKN Nusantara Tak Tumpang Tindih

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:30 WIB
"IKN tidak ada tumpang tindih karena sebagian besar itu kan kawasan hutan...
Dok MI

KPK Lantik 43 Pejabat Fungsional Baru

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:07 WIB
Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal KPK Cahya H...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya