Jumat 07 Mei 2021, 19:42 WIB

Penyekatan Berlapis Dinilai Efektif Halau Pemudik

Nurul Hidayah | Politik dan Hukum
Penyekatan Berlapis Dinilai Efektif Halau Pemudik

MI/Heri Suseto
Pemudik dites antigen saat akan melewati posko penyekatan di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

 

PENYEKATAN dianggap cukup efektif untuk mengurangi orang yang akan mudik. Penyekatan juga bisa mencegah outbreak pandemi covid-19 di Indonesia.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden RI, Joko, saat meninjau penyekatan di Krucuk, Kota Cirebon, Jumat (7/5) menjelaskan penyekatan yang dilakukan saat ini cukup efektif.

"Sekalipun masih bisa lolos di titik pertama, tapi belum tentu lolos di titik kedua dan berikutnya," ungkap Joko. Dari Jakarta
menuju Cirebon saja, sedikitnya ada 15 titik penyekatan yang harus dilewati. Sehingga bisa menyaring pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Idul Fitri tahun ini.

Dijelaskan Joko, pada 2019 masyarakat melakukan euforia mudik, sedangkan pada 2020 mudik tidak dilakukan karena orang dalam situasi ketakutan. "2021 ini situasi orang ngeyel," ungkap Joko.

Euforia vaksinasi covid-19 yang dilakukan diiringi dengan ketidakpatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. sehingga akhirnya orang berbondong-bondong melakukan mudik sekalipun sudah dilarang. "Padahal kita belum selesai dengan covid-19," ungkap Joko.

Untuk itu Joko meminta kelegowoan dan keikhlasan dari masyarakat agar tahun ini tidak mudik terlebih dahulu. "Kita memang tidak bisa menahan 100 persen tidak mudik. tapi ini upaya mengurangi," ungkap Joko.

Di India, lanjut Joko, hanya ada 5 juta orang yang melakukan upacara keagamaan. "Tapi hari ini rumah sakit mereka kolaps," ungkap Joko.

Sedangkan di Indonesia, ada lebih dari 20 juta orang dalam satu minggu hingga 10 hari yang akan melakukan mudik. Jika tidak dilarang dan dilakukan penyekatan akan terjadi mobilisasi besar-besaran yang bisa berdampak pada penyebaran covid-19 di Indonesia.

Sementara Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, menjelaskan pemerintah secara maksimal melakukan upaya pencegahan mudik. "Tapi kami juga minta keikhlasan dari masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu," ungkap Azis.

Nekat mudik, banyak penyekatan yang harus mereka hadapi.Lolos di titik A, belum tentu lolos di titik B," ungkap Azis.

Untuk itu, sekalipun vaksinasi covid-19 sudah dilakukan dengan masif, Azis tetap meminta masyarakt bersabar. Menunggu hingga pandemi covid-19 berakhir. (OL-13)

Baca Juga: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Diskriminatif

 

Baca Juga

ANTARA/Reno Esnir

Ini Alasan Munculnya Pertanyaan Pancasila atau Al Quran di TWK

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 20 Juni 2021, 12:29 WIB
Para asesor akan melihat respons dari peserta tes wawasan kebangsaan yang ditanyakan perihal memilih Pancasila atau Al...
Ist

Mendagri Apresiasi Rakernas XIII Apkasi Turut Pulihkan Ekonomi Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 11:48 WIB
Mendagri Tito Karnavian mendukung program working form Bali dalam rangka upaya pemulihan Bali yang kita tahu terdampak cukup parah akibat...
MI/Dok TNI AL

Dukung Operasional KRI, Kasal Resmikan Kesatrian Tawiri

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 20 Juni 2021, 10:30 WIB
Kesatrian itu memiliki sarana prasaran berupa dermaga untuk fasilitas sandar kapal bertonase besar dan docking kapal...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya