Rabu 05 Mei 2021, 21:58 WIB

ASN Minta THR Disertai Tukin, KSP: Tidak Bijaksana

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
ASN Minta THR Disertai Tukin, KSP: Tidak Bijaksana

Dok KSP
Panutan Sulendrakusuma

 

DEPUTI III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma meminta aparatur sipil negara (ASN) memahami kondisi negara yang tengah dalam kesulitan keuangan akibat pandemi covid-19.

Ia mengatakan tidak semestinya ASN mengeluarkan petisi yang berisikan pembayaran THR yang disertai tunjangan kinerja (tukin).

"Tukin memang tidak dimasukkan ke komponen THR 2021 dan 2020 sebagaimana dijelaskan Menkeu. Kondisi keuangan negara sedang dalam tekanan. Tidak bijaksana jika meminta tukin seperti THR 2019. Kita semua tahu 2019 merupakan kondisi sebelum covid-19,” ujar Panutan melalui keterangan resmi, Rabu (5/5).

Pemerintah tentu memahami kebutuhan para ASN sebagaimana kebutuhan masyarakat pada umumnya. Tapi untuk saat ini, itulah yang dapat diberikan oleh pemerintah setelah mempertimbangkan berbagai hal.

Panutan juga menyampaikan pemerintah sudah melihat petisi online THR ASN 2021 secara proporsional.

"Di satu sisi, itu merupakan bagian dari demokrasi serta menjadi masukan bagi pemerintah. Kita hormati itu. Tetapi, di sisi lain, kita memang tidak bisa memuaskan keinginan semua orang, dalam hal ini ASN. Kalau mereka menuntut THR seperti 2019, itu tidak bijak," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2021 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42 Tahun 2021.

Dua regulasi tersebut mengatur tentang pembayaran THR dan gaji ke-13 kepada pekerja swasta dan ASN.

Panutan menjelaskan PMK 42/2021 merupakan petunjuk teknis bagi PP 63/2021. (OL-8)

 

Baca Juga

Medcom/ Candra Yuri Nuralam

KPK Patahkan Dalih Azis Jadikan Isoman Alasan Mangkir Pemeriksaan

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 25 September 2021, 02:52 WIB
Berdasarkan tes swab antigen yang dilakukan, Azis dinyatakan non-reaktif...
Medcom/ Candra Yuri Nuralam

Dijerat Sebagai Penyuap, Ancaman Penjara Azis 'Cuma' 5 Tahun

👤Ant 🕔Sabtu 25 September 2021, 02:21 WIB
KPK meduga Azis telah menyuap Robin pada 2020 sebesar Rp3,1 miliar dari komitmen awal sejumlah Rp4...
Medcom/ Candra Yuri Nuralam

KPK Sesalkan Perbuatan Azis Syamsuddin Sebagai Pimpinan Lembaga Negara

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 25 September 2021, 02:06 WIB
"Sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat, seharusnya (bisa menjadi contoh untuk tidak melakukan tindak pidana...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rivalitas Sengit Menjadi Panglima

PERSAINGAN antara KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto makin sengit.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya