Selasa 04 Mei 2021, 19:45 WIB

Pejabat Pajak Angin Prayitno Diduga Terima Suap Rp50 Miliar

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Pejabat Pajak Angin Prayitno Diduga Terima Suap Rp50 Miliar

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Angin Prayitno Aji

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017. Angin diduga menerima suap senilai Rp50 miliar lebih.

"APA (Angin) dengan kewenangan yang melekat sebagai direktur bersama dengan DR (Dadan Ramdani) diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodasi jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5).

KPK mengumumkan enam tersangka dalam kasus itu. Selain Angin Prayitno Aji, ada nama Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani, kuasa wajib pajak Veronika Lindawati, serta tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo.

Firli mengungkapkan pengusutan kasus itu sudah dimulai sejak Februari lalu. KPK menduga dua pejabat Ditjen Pajak itu menerima suap untuk merekayasa pemeriksaan pajak korporasi. Kasus suap merekayasa surat ketetapan pajak (SKP) itu untuk tiga perusahaan yakni PT Jhonlin Baratama, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank, dan PT Gunung Madu Plantations.

Baca juga: KPK Tetapkan Angin Prayitno Tersangka Kasus Suap Pajak

Angin diduga menerima duit Rp50 miliar lebih atas rekayasa pemeriksaan pajak tiga perusahaan itu. Rinciannya Rp15 miliar diteruma kurun waktu Januari-Februari 2018. Uang itu diserahkan oleh Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku perwakilan PT Gunung Madu Plantations.

Kemudian, penerimaan Sin$500 ribu pada pertengahan 2018 diserahkan Veronika selaku perwakilan PT Panin Bank. Penyerahan itu baru sebagian dari total komitmen Rp25 miliar. Lalu kurun waktu Juli-September 2019 sebesar total Sin$3 juta diserahkan Agus Susetyo) sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.

"KPK tidak henti-hentinya mengingatkan semua pihak baik wajib pajak, pemeriksa pajak, dan pejabat di lingkungan Ditjen Pajak agar melakukan hak dan kewajibannya dengan integritas. Bukan dengan menjanjikan atau memberi atau menerima suap sebab kita semua menyadari pajak merupakan penerimaan negara yang utama," imbuh Firli.

Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo dalam kesempatan yang sama menuturkan pihaknya membentuk tim menindaklanjuti temuan penyidikan KPK. Ditjen pajak akan memeriksa ulang kewajiban pajak tiga perusahaan itu sesuai ketentuan perpajakan.

Berkaca dari kasus itu, kata Suryo, Ditjen Pajak juga akan mereformasi proses bisnis manajemen pemeriksaan pajak agar lebih transparan.

"Kami berkomitmen untuk terus memajukan reformasi perpajakan yang sedang dan akan terus kami lakukan. Salah satu pilar tersebut adalah reformasi di sumber daya manusia. Kami percaya institusi yang kuat, kredibel, dan akuntabel, harus diisi oleh pegawai yang berintegritas, profesional, dan berkualitas," ucapnya.(OL-4)

Baca Juga

DOK DPR RI

Puan Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Dinas Ketua DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 10:07 WIB
Berdasarkan foto yang beredar, Puan terlihat khusyu melaksanakan salat Idul Fitri dengan mengenakan mukena berwarna...
DOK DPR RI

Gus AMI: Jangan Ada Perusahaan Tak Bayar THR Pegawai

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 09:58 WIB
Pimpinan DPR RI Korkesra itu mengingatkan perusahaan untuk memperlakukan pegawai sebagai aset...
DOK DPR RI

Wakil Ketua DPR: Kaji Mendalam Rencana Kenaikan PPN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 23:27 WIB
Muhaimin, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/5/2021), menyatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan, jika kenaikan PPN ini resmi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya