Minggu 02 Mei 2021, 00:45 WIB

Pengamat: Hasil Demokrasi Justru Memperlemah Demokrasi itu Sendiri

Sri Utami | Politik dan Hukum
Pengamat: Hasil Demokrasi Justru Memperlemah Demokrasi itu Sendiri

MI/Susanto
Saiful Mujani

 

PENELITI politik Saiful Mujani menekankan demokrasi membantu untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih luas bukan saja soal pertumbuhan ekonomi. Dalam demokrasi pembangunan merupakan insentif bagi politik yang menimbulkan reward and punishment bagi politisi.

"Kenapa demokrasi membantu pertumbuhan ekonomi, dalam demokrasi pembangunan merupakan satu insentif bagi politis. Dalam demokrasi bukan sistem lain hasil kerja politik  dikasih reward tapi jika gagal maka diberi punishment. Dalam demokrasi elit berusaha memuaskan publik," terangnya dalam diskusi daring Tadarus Demokrasi, Sabtu (1/5).

Peran publik dalam demokrasi sangatlah penting dan hanya dalam demokrasi masyarakat bisa bicara secara bebas. Oleh karena itu pemerintah punya kepentingan berkinerja dengan baik.

"Ada tuntutan ril dari masyarakat kenapa mereka harus kerja baik. Adanya media yang kritis, suara yang vokal itu hanya ada di kondisi demokrasi. Kinerja pemerintah berhubungan kemudian dengan penialian masyarakat puas atau tidak puas," paparnya.

Baca juga: Moeldoko Apresiasi May Day Berjalan Damai dan Taat Prokes

Mekanisme demokrasi yang rasional bisa terganggu apabila dalam demokrasi terjadi polarisasi degan politik identitas. Dengan demikian dibutuhkan cara dalam kondisi masyarakat yang sangat bertumpu pada politik indentitas. Maka demokrasi antara politisi dan partai harus mempertimbangkan aspek identitas tersebut.

"Sejauh ini di tingkat nasional yang terjadi politik identitas tapi itu bisa dikontrol. Pada beberapa kasus politik identitas kita masih sngat kuat dan bisa menghambat reward and punishment tersebut. Contoh kasus Ahok di Jakarta yg menilai kerjanya bagus tapi publik tidak memilih Ahok"

Dia menilai selama ini kondisi demokrasi tidak lantas membuat ekonomi ambruk. Presiden Joko Widodo sejak awal telah  memberi perhatian lebih kepada pembangunan ekonomi yang secara umum disampaikan sebesar 70%.

"Secara umum secara prioritas oleh Jokowi pembangunan ekonomi seperti dalam pernyataannya lebih dari 70% ke pembangunan ekonomi sangat sedikit perlunya pembangunan demokrasi.  Maka hal yang dianggap menghambat pembangunan ekonomi maka itu diabaikan atau dilangkahi," ucapnya.

Menurut hasil studi terjadi kemunduran demokrasi di berbagai dunia saat ini. Kemerosotan tersebut berasal dari tindakan dan sikap hasil dari demokrasi itu sendiri.

"Tapi hasil demokrasi itu mau memperlemah demokrasi itu sendiri dan itu terjadi daei berbagai negara," tukasnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Densus 88 Tangkap Buronan Terduga Teroris di Sukabumi

👤Antara 🕔Kamis 06 Mei 2021, 22:11 WIB
Terduga teroris YI merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditangkap di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten...
MI/FURQON

Wamenkum dan HAM: Pemerintah Terbuka Bahas RKUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:30 WIB
Sosialisasi tengah digelar pemerintah ke sejumlah pihak untuk mendapatkan masukan sebelum RUU KUHP dibahas di...
ANTARA

Pemerintah Harus Buka Informasi Pembahasan Revisi KUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:15 WIB
Pemerintah dan DPR diminta menghadirkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence based policy) dan melibatkan para pihak yang akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya