Rabu 28 April 2021, 20:08 WIB

Amnesty Kritik Polisi soal Penangkapan Munarman

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Amnesty Kritik Polisi soal Penangkapan Munarman

Antara/Aprillio Akbar.
Personel kepolisian bersenjata berjaga saat tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di bekas markas FPI, Petamburan, Jakarta.

 

DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengkritik penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) sekaligus pengacara Rizieq Shihab, Munarman. Menurutnya, penangkapan yang dilalukan oleh anggota Tim Densus 88 Polri terkesan sewenang-wenang.

"Serta mempertontonkan secara gamblang tindakan aparat yang tidak menghargai nilai-nilai HAM ketika menjemputnya dengan paksa," kata Usman melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (28/4). Menurut Usman, tindakan dengan menyeret Munarman dengan kasar, tidak mengizinkan Munarman mengenakan alas kaki, serta menutup mata Munarman merupakan perlakukan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Tindakan tersebut, lanjutnya, juga melanggar asas praduga tak bersalah.

Usman menyebut bahwa tuduhan teroris terhadap seseorang tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar hak asasi manusia saat melakukan penangkapan. Ia menilai Munarman tidak membahayakan petugas. "Dan tidak terlihat urgensi aparat untuk melakukan tindakan paksa tersebut. Hak-hak Munarman harus dihormati apa pun tuduhan kejahatannya," sambungnya.

Ia juga menegaskan ketentuan Pasal 28 ayat 2 UU Antiterorisme yang menyatakan pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan tindak pidana terorisme harus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip HAM. Penangkapan terhadap Munarman yang terjadi pada Selasa (27/4), lanjut Usman, berpotensi membawa erosi lebih jauh atas perlakuan negara yang kurang menghormati hukum dalam memperlakukan warganya secara adil.

Dalam situasi pandemi covid-19, Usman juga mengatakan penegak hukum harus lebih sensitif dan mempertimbangkan protokol kesehatan serta hak atas kesehatan dari orang yang hendak ditangkap atau ditahan. Contohnya, menyediakan masker yang layak. "Bukan justru membiarkannya terbuka dan menutup matanya dengan kain hitam," tandas Usman.

Dalam keterangannya, Usman meminta Polri untuk melakukan evaluasi terhadap anggota Densus yang melakukan penangkapan terhadap Munarman. Ia juga meminta dilakukan investigasi ihwal kemungkinan terjadinya pelanggaran SOP dalam tindakan hukum tersebut.

Sebelumnya, Munarman ditangkap di kediamannya di Perumahan Modern Hills, Cinangka-Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Densus menangkapnya atas dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme dan bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme. (OL-14)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Kabareskrim Kecam Kuasa Hukum yang Klaim Berhasil Buat Bharada E Mengaku

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 06:31 WIB
"Bukan karena pengacara itu, dia (Bharada E) mengaku, tapi karena apa yang dilakukan penyidik, apa yang dilakukan tim...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Polisi Geledah Rumah Ferdy Sambo Selama 9 Jam

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 06:19 WIB
Proses penggeledahan rampung pada pukul 00.53...
ANTARA/Reno Esnir

Mahfud Tegaskan Pemerintah akan Terus Mengawal Kasus Brigadir J

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 05:03 WIB
Mahfud mendorong agar Kejaksaan memiliki semangat yang sama dengan Polri dalam menindak kasus kematian Brigadir J ini secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya