Jumat 09 April 2021, 15:10 WIB

Tok, DPR Setujui Kemenristek Bubar

Sri Utami | Politik dan Hukum
Tok, DPR Setujui Kemenristek Bubar

ANTARA
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (9/4). Rapat menyetujui perubahan kementerian.

 

RAPAT Paripurna DPR akhirnya menyetujui Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 tentang Pertimbangan Pengubahan Kementerian yang sebelumnya telah dibahas dalam Rapat Konsultasi Pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada 8 April sebelumnya. 

Dalam rapat untuk memasuki reses, Jumat (9/4),  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanyakan kepada peserta rapat hasil rapat pengganti Bamus untuk dapat disetujui. Peserta rapat menyetujuinya.

Dari putusan tersebut DPR menyetujui penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek. Kemudian DPR juga menyetujui pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan sebagai implementasi Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

"Persetujuan fraksi-fraksi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian sesuai Pasal 19 ayat 1 Undnag-Undang No 39 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR," jelas Sufmi, dalam Rapat Paripurna DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan. 

Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani dalam pidatonya menekankan pelaksanaan fungsi legislasi pada Masa Persidangan IV DPR telah menetapkan program legislasi RUU Prioritas tahun 2021 dan Prolegnas RUU Perubahan Tahun 2020-2024. Penetapan prolegnas tersebut merupakan bentuk komitmen DPR dan pemerintah untuk memiliki acuan yang terukur dalam memenuhi kebutuhan hukum nasional. 

"Selanjutnya DPR bersama pemerintah perlu segera menyelesaikan pembahasan RUU yang telah berada pada tahap pembicaraan tingkat 1 DPR juga perlu segera menetapkan RUU DPR yang sudah telah selesai tahap harmonisasi pembulatan dan pemantapan konsepsi dalam semua tahapan pembentukan RUU tersebut," papar Puan.

DPR berkomitmen untuk mengutamakan produk RUU yang berkualitas baik dalam memenuhi kebutuhan hukum nasional juga berkualitas dalam memenuhi aspek legitimasi sosial. "Untuk itu DPR membuka ruang partisipasi publik dalam setiap tahapan pembentukan RUU," tandas Puan. (P-2)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Ini Profil Stepanus Robin, Penyidik KPK yang Terjerat Skandal Suap

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 06:05 WIB
Penyidik KPK asal kepolisian itu disangkakan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,3 miliar dengan modus...
Youtube Joseph Paul Zhang

Soal Jozeph Paul Zhang, Bareskrim belum Kirim Penyidik ke Jerman

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 April 2021, 05:30 WIB
Rusdi beralasan pihak kepolisian memiliki atase yang berada di KBRI Berlin, Jerman, untuk membantu proses...
Antara/Dhemas Reviyanto

Skandal Suap Penyidik, KPK Dalami Peran Aziz Syamsuddin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 05:15 WIB
"Kami sudah mencatat temuan ini dan ini tugas KPK untuk mengungkap yang sesungguhnya apa yang dilakukan setiap orang dalam pertemuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perburuan Gelar belum Usai

 Ancaman diskualifikasi dihindari karena tim yang tersisa urung ikut Liga Super Eropa

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya