Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta agar problem utama yang menyebabkan terjadinya aksi terorisme terutama yang menggunakan isu agama di Indonesia segera dibenahi.
Walaupun sudah ada proses penegakan hukum terhadap pelaku, aksi terorisme sulit ditanggulangi apabila problem di hulu yang menyebabkan pelaku melakukan aksi tidak dibereskan.
“Kalau tingkat hulunya tidak diselesaikan kan bahaya,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangan persnya, hari ini.
Masduki menyebutkan, Wapres meminta agar unsur pendidikan terutama mengenai ajaran kemajemukan sehingga tidak menimbulkan kebencian antarumat beragama.
Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Merupakan Suami Istri
Dengan saling mengetahui perbedaan, umat beragama tentu tidak mencoba saling mengganggu satu sama lain. “Ini soal serius. Masalahnya hal ini dilakukan untuk jangka panjang,” jelasnya.
Diakui untuk melaksanakan praktik moderasi beragama itu tidak mudah karena dibutuhkan tenaga pengajar yang memahami isu tersebut. “Ini kan butuh kurikulum dan pelatihan terhadap guru. Ini yang harus digarap secara serius,” tegasnya.
Sementara faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam mengatasi munculnya aksi terorisme ini yaitu mengatasi kesenjangan ekonomi di masyarakat. “Dan semua itu tidak bisa dengan cepat,” pungkasnya. (OL-4)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved