Selasa 09 Maret 2021, 17:47 WIB

Presiden Terima Rombongan Amien Rais Bahas Laporan Komnas HAM

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Presiden Terima Rombongan Amien Rais Bahas Laporan Komnas HAM

Antara/Wahyu Putro A.
Presiden Joko Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan bahwa pihaknya sudah meminta Komnas HAM agar bekerja dengan penuh independensi dan menyampaikan yang sebenarnya terjadi dan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah dalam peristiwa tewasnya enam laskar FPI di tol Cikampek. Hal itu diutarakan Presiden saat menerima sejumlah perwakilan terkait hal tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/3).

Komnas HAM telah memberikan rekomendasi terkait kasus tersebut kepada pemerintah untuk kemudian dapat ditindaklanjuti. "Empat rekomendasi itu sepenuhnya sudah disampaikan kepada Presiden agar diproses secara transparan, adil, dan bisa dinilai oleh publik, yaitu bahwa temuan Komnas HAM yang terjadi di tol Cikampek km 50 adalah pelanggaran HAM biasa," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta.

Mahfud juga menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo dan pemerintah sama sekali tidak ikut campur dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM terkait peristiwa tersebut. Pemerintah juga tidak pernah meminta agar Komnas HAM menyimpulkan hasil penyelidikannya.

"Kami hanya menyatakan kalau pemerintah membentuk (TGPF) lagi-lagi dituding timnya orangnya pemerintah, timnya diatur oleh orang Istana, timnya orang dekatnya si A, si B. Oleh sebab itu, kami menyerahkan kepada Komnas HAM. Komnas HAM silakan menyelidiki, mau bentuk TGPF (tim gabungan pencari fakta) atas nama di bawah bendera Komnas HAM silakan. Mana rekomendasinya kami lakukan," ungkapnya.

Pemerintah juga menyatakan sikap keterbukaannya bila terdapat bukti-bukti lain terhadap peristiwa tersebut. Sejauh ini, penyelidikan Komnas HAM yang sesuai dengan kewenangan undang-undang, tidak menemukan adanya bukti pelanggaran HAM berat. "Komnas HAM sudah menyelidiki sesuai dengan kewenangan undang-undang. Enggak ada (bukti pelanggaran HAM berat)," imbuhnya.

Dalam pertemuan dengan Presiden yang didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud Md dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, sejumlah perwakilan meminta penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Perwakilan tersebut ialah Amien Rais, KH Abdullah Hehamahua, KH Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Ahmad Wirawan Adnan, Mursalim, dan Ansufri Id Sambo. Seusai pertemuan, Presiden Joko Widodo mengantar Amien Rais dan rombongan sampai ke pintu depan Istana Merdeka. (RO/OL-14)

Baca Juga

MI/Bagus Suryo.

Pilot Susi Air yang Hilang Kontak sudah Terdeteksi

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 08 Februari 2023, 18:03 WIB
Philips telah bergeser 100 meter dari Paro berdasarkan sistem pemosisi global (GPS) yang...
Ist

Akademisi: Hindari Politik Identitas, Bangun Iklim Demokrasi yang Sehat

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 17:25 WIB
Demokrasi yang kondusif bisa lahir dari masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan politik dan konsep kebangsaan secara...
Ist

Ratusan Warga Kota Bogor Beri Dukungan untuk Sandiaga Uno 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 17:00 WIB
Dukungan itu disampaikan melalui kelompok relawan pendukung Sandiaga Uno yang tergabung dalam organisasi Teman Sandi lewat sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya