Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengungkapkan keriuhan yang terjadi akibat lampiran pembukaan investasi baru dalam industri minuman beralkohol pada Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah ke depan.
"Saya kira ini menjadi masukan berharga dalam penyusunan peraturan presiden atau peraturan pemerintah ke depan. Setiap peraturan pasti akan mengakomodiasi semaksimal mungkin suara publik," ujar Donny kepada wartawan, Selasa (2/3).
Sedianya, ia mengatakan, dalam perumusan Perpres 10/2021, pemerintah sudah melibatkan kelompok masyarakat. Hanya saja, muncul dinamika yang berbeda ketika regulasi tersebut sudah diterbitkan.
Baca juga: Perpres Miras Resmi Dicabut, PAN Dukung Anies Lepas Saham Bir
Ia juga memastikan bahwa sikap pemerintah yang dengan mudah mengevaluasi peraturan setelah muncul dorongan dari publik tidak akan mengganggu iklim investasi di Tanah Air.
"Tidak semua peraturan perundangan akan dicabut ketika ada keriuhan publik. Ini salah satu saja karena memang dinamika terakhir mengisyaratkan bahwa lembaran yang mengatur investasi minol perlu dievalusasi," tandasnya.(OL-4)
Pengungkapan besar-besaran minuman beralkohol ilegal di Manado menjadi sinyal kuat bahwa wilayah itu tengah dibanjiri peredaran miras tanpa izin yang menggerus pendapatan negara.
Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, warga Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga disekap selama dua hari oleh empat orang pelaku di sebuah kamar penginapan
Sebuah studi terbaru dari Pusat Penelitian Narkoba dan Alkohol Nasional (NDARC) di Universitas New South Wales (UNSW), Australia, menemukan fakta tentang remaja yang mengonsumsi alkohol.
Pemberantasan miras atau mihol merupakan upaya mencegah terjadinya hal-hal negatif di kalangan masyarakat
Pihaknya mengintensifkan razia hingga tingkat polsek untuk mencegah peredaran miras ilegal
FSGI menilai hal itu merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved