Rabu 17 Februari 2021, 23:20 WIB

Musyawarah Mufakat Teknologi Canggih Warisan Bangsa Berdemokrasi

Musyawarah Mufakat Teknologi Canggih Warisan Bangsa Berdemokrasi

MI/M IRFAN
Pengamat politik sekaligus founder lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio.

 

PENGAMAT komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan Indonesia sudah punya teknologi yang diwariskan oleh para pendiri bangsa dalam berdemokrasi, yakni musyawarah dan mufakat.

"Teknologi yang sangat canggih dalam sistem demokrasi dan dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Namanya musyawarah dan mufakat,” ujar Hendri Satrio dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/2).

Hendri menyebut musyawarah mufakat adalah sebuah teknologi yang sudah jarang digunakan bahkan hampir saja dilupakan orang dalam berdemokrasi di Indonesia.

Terbukti akhir-akhir ini suasana berbangsa dan bernegara sangat gaduh akibat ‘perang’ kritik baik di media maupun media sosial.

Padahal, lanjut founder lembaga survei KedaiKOPI ini, jika teknologi musyawarah dan mufakat ini terpelihara dengan baik, berbagai perbedaan pendapat yang ada di Indonesia, akan selesai dengan indah.

"Demokrasi itu perbedaan pendapat wajar dan biasa disampaikan. Kalau selisih paham, ya kita bisa selesaikan dengan bermufakat dan bermusyawarah. Intinya dalam demokrasi dalam menyampaikan pendapat Pancasila harus dijadikan dasar dalam berkomunikasi,” ungkap Hendri.

Selain itu, lanjut Hendri, kritik harus disampaikan dengan baik. Lebih penting lagi, jangan melakukan kritik yang berbau SARA, terutama agama.

"Selalu junjung tinggi asas saling menghormati antar sesama dan kedepankan Persatuan Indonesia," tukas dosen komunikasi politik Universitas Paramadina ini.


Baca juga: PBNU Usul Revisi UU ITE Tetap Akomodasi Ujaran Kebencian

 

Ia yakin bila musyawarah dan muafakat itu dilakukan maka komunikasi yang terjadi dalam demokrasi adalah saling menghormati. Dan itu sangat elok dalam membangun dan menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Apalagi saat ini banyak sekali musibah dan gangguan yang tengah dihadapi Indonesia. Baik itu berupa pandemi maupun serangan ideologi asing.

Selain itu, tutur Hendri, dalam berkomunikasi terutama saat memberikan kritik, semua pihak harus bisa menjaga emosi. Ini harus dihindari agar pesan komunikasi bisa tersampaikan sehingga tidak berimbas negatif di masyarakat.

Terkait riuh rendahnya kritik atau komunikasi kepada pemerintah yang disampaikan oleh kelompok atau perorangan, baik berupa komunikasi politik, sosial, ekonomi, bahkan kebangsaan, dan lain-lain, Hendri memiliki pesan kepada pemerintah.

"Pertama pemerintah harus mempelajari bahasa rakyat dalam menyampaikan kritik. Kadang bahasa berbeda, kesantunan berbeda, dan etikanya berbeda antara rakyat dengan pemerintah," kata Hendri.

Kalau itu terjadi, ungkapnya, pemerintah harus membuka ruang dialog kepada rakyat yang emosi dengan menyampaikan pendapat dengan kritik tajam.

Hal kedua, lanjut Hendri, pemerintah sebaiknya lebih banyak mendengarkan. Karena dengan mendengarkan pemerintah akan lebih mengerti kondisi masyarakat yang sebenarnya terjadi.

"Apapun hasilnya, apapun keadaannya, pemerintah itu pasti lebih bijaksana jika dibandingkan dengan rakyat. Oleh karena itu yang harus lebih banyak mengerti dan bersabar adalah pemerintah," pungkasnya. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

MI/HO

Pengamat: Sikap Kapolri Menegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu Sudah Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:12 WIB
"Sikap Kapolri sudah tepat. Selain responsif, transparan, dan tegas, beliau telah menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Surya Darmadi Dirawat di RS usai Diperiksa Kejagung

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:04 WIB
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Surya meninggalkan Gedung Bundar sekira 13.50 WIB dengan menggunakan kursi roda dan langsung...
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Hasil Autopsi Ulang Brigadir J Dipaparkan Besok

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 20:52 WIB
Autopsi ulang dilakukan atas permintaan orang tua Brigadir J yang tidak percaya anaknya tewas akibat baku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya