Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung sedang berkonsentrasi mengejar aset para tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero).
"Masih dikejar. Aset ada beberapa yang dipetakan, tetapi masih rahasia penyidik," kata Direktur Penyidikan pada JAM-Pidusus, Febrie Ardiansyah di Gedung Bundar Kejagung, Rabu (3/2).
Menurut Febrie, saat ini penyidik akan mengintensifkan penelusuran aset para tersangka yang ada di luar negeri. Ia menyebut hampir semua tersangka dalam kasus ASABRI memiliki aset di luar negeri.
Baca juga : Dituduh Terlibat Kudeta AHY, Mahfud MD: Terpikir Saja Tidak
"Akan lebih intens, akan lebih dikonsentrasikan terhadap aset-aset yang indikasi kuat ada di luar," tandasnya.
Sebelumnya, Febrie mengatakan akan membentuk tim khusus untuk menelusuri aset di luar negeri milik para tersangka ASABRI. Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan penelusuran aset dilakukan untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara.
Berdasarkan audit sementara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian keuangan negara yang diakibatkan dalam kasus ASABRI mencapai Rp23,739 triliun. (OL-2)
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved