Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan kegiatan silahturahmi dengan mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Jakarta Pusat, Kamis (28/1).
Di tengah silaturahmi, mantan Kabareskrim itu sempat menceritakan rekam jejaknya yang dekat dengan sejumlah tokoh agama dan ulama NU. Meskipun dia merupakan seseorang yang beragama Nasrani.
Sigit mengaku selalu didampingi para kiai saat masih menjabat sebagai Kapolres Pati pada 2009 silam.
Bahkan, seorang Kiai di Pati menyatakan bahwa Listyo telah menjadi bagian warga NU.
"Jadi begini pak, ini ada ceritanya pada saat itu saya menjadi Kapolres Pati yang saat itu mendampingi saya paling sering Kiai. Beliau ngobrol dan pada saat itu bilang bahwa 'sampeyan ini sudah menjadi di warga NU'," ujar Listyo, Kamis (28/1).
Beberapa tahun kemudian, saat dirinya menjadi Kapolda Banten pada 2016, Listyo bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia, Ma'aruf Amin.
Saat itu, Ma'aruf Amin masih menjabat sebagai Rais Aam NU. Listyo menanyakan dirinya masih jadi bagian NU. Ma'aruf Amin pun menjawab bahwa Listyo dianggapnya sebagai warga Nahdliyin cabang Nasrani.
Saat bertemu pengurus PBNU, Listyo mengemukakan keinginan untuk kerja sama dengan Nahdlatul Ulama. Listyo juga sempat menginginkan sejumlah santri untuk direkrut menjadi personel Polri. (OL-8)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved